(Ki-Ka) : Dwi indarmani, Director PT. Thunusea Media Oceana, Hari Rustam, Dirjen Kelautan Perikanan, Citra Wahyuni, PT. Lontara Jaya Sakti, Sugito, Komisaris, PT. Thunusea Media Oceana, dalam giat TEI 2023.

BESTTANGSEL.COM, TANGERANG- Kegiatan Trade Expo Indonesia (TEI) kembali digelar di tahun ini. Kegiatan ke 38 yang dibuka oleh Menteri Industri dan Perdagangan Republik Indonesia, di ICE BSD Tangerang, berlangsung mulai 18-22 Oktober 2023. Menjadi salah satu exhibitor, PT. Thunusea Media Oceana  menghadirkan konsep edukasi dan sosialisasi proses pengolahan, dan ekspor hasil laut.

“Kegiatan ini adalah salah satu misi Thunusea, dimana Thunuse memiliki komitmen untuk memperbesar potensi pasar dan dukungan strategis bagi para mitra. Melalui event ini, Thunusea ingin memperkenalkan semua potensi hasil laut, khususnya dari Sulawesi Selatan, kepada masyarakat luas sampai ke International,” jelas Dwi Indarmani selaku Direktur Utama PT. Thunusea Media Oceana, disela pembukaan pameran pada Kamis, 18 Oktober 2023.

Dwi mengungkapkan, bahwa melalui kegiatan ini TEI ini, Thunusea bermaksud untuk mempercepat penyaluran informasi serta menberikan data-data yang lengkap dan valid kepada para calon pasar dan investor, dalam rangka membangun jaringan ekosistem pendukung yang jauh lebih besar lagi bagi para pelaku-pelaku bisnis perikanan sampai kepada para nelayan yang saat ini sudah mulai banyak bergabung dalam Bara Ikan (Baku Bicara Bisnis Ikan). Bara Ikan adalah sebuah komunitas yang digagas oleh Thunusea bersama para pelaku bisnis perikanan, dinas-dinas terkait di bawah Pemerintahan Provinsi Sulawesi Selatan, para akademisi, serta para nelayan.

“Dengan perkembangan dari pergerakan yang sudah kami bangun, Alhamdulillah berkat dukungan banyak pihak, maka jaringan pengembangan bisnis yang saat ini tengah didampingi oleh Thunusea di 5 kabupaten di Sulawesi selatan, telah mampu menyerap lebih banyak tenaga kerja dan sekaligus mengalami peningkatan yang cukup signifikan setiap bulannya,” ujar Sugito, selaku Komisaris dari Thunusea.

Sebagai informasi, pola pendampingan bisnis yang dilakukan oleh Thunusea kepada mitra-mitra binaannya adalah pendampingan disektor manajemen rantai pasok, manajemen operasi, manajemen pemasaran, sampai ke manajemen keuangan. Hal ini dilakukan melalui kurikulum perkembangan dan perbaikan sistem kerja yang diterapkan pada kegiatan-kegiatan harian yang biasa dilakukan oleh para mitra.

Dengan pola seperti ini, Thunusea berharap bahwa para mitra binaan tidak merasa terbebani dan kaget saat penerapan kurikulum pengembangan, dan secara alami mencapai target target peningkatan yang sudah dirancang.

“Saat ini, Thunusea dan semua pihak yang berkomitmen dalam komunitas Bara Ikan mengajak para pengusaha lainnya, baik buyer maupun investor, baik domestik maupun internasional, untuk ikut bergabung dalam kegiatan penguatan ekonomi di Indonesia Timur ini, khususnya yang saat ini kami baru mulai dari wilayah provinsi Sulawesi Selatan. Kami yakin ini akan menjadi titik awal dari sebuah gerakan, yang tidak hanya saling menguntungkan bagi sektor usaha saja, namun juga berimbas langsung bagi kesejahteraan masyarakat kita di Indonesia Timur,” tutup Dwi. (red/rlls)

Leave a Reply