BESTTANGSEL.COM, Serpong- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui Pusat Riset Metalurgi, Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material (ORNM) menyelenggarakan Seminar Internasional Metalurgi dan Material (ISMM) 2025, yang tahun ini mengusung tema “Green Technology Innovation in Material, Metallurgy and Energy for Sustainable Future.” Kegiatan ini merupakan penyelenggaraan ISMM yang ke-6, berlangsung hingga 6 November 2025. Hadir membuka acara, Rabu, (5/11), Kepala BRIN, Dr. Laksana Tri Handoko, dan Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi, M. Fauzan Adziman Ph.D.
Ditemui di sela acara, Kepala Pusat Riset Metalurgi BRIN, Dr. Ika Kartika, menjelaskan bahwa ISMM 2025 tidak hanya menjadi ajang berbagi hasil riset terkini, tetapi juga sarana menjalin kolaborasi internasional.
“Kami berharap melalui seminar ini dapat terjalin kolaborasi yang lebih luas dengan mitra universitas dan industri, baik dalam maupun luar negeri, untuk memperkuat riset dan inovasi di bidang metalurgi dan material,” ujarnya.

Kepala Pusat Riset Metalurgi BRIN, Dr. Ika Kartika.
Tahun ini, ISMM diselenggarakan bersamaan dengan workshop ISIS Muon Neutron, yang menghadirkan peneliti dari berbagai negara seperti Inggris, Malaysia, dan India. Fokus utama seminar meliputi riset material biokompatibel, material energi, hingga aplikasi material berkelanjutan lainnya.
Lebih lanjut, Dr. Ika mengungkapkan sejumlah capaian riset unggulan dari Pusat Riset Metalurgi BRIN. Salah satunya adalah pengembangan bahan baku baterai litium yang berasal dari pengolahan nikel dan ekstraksi litium dari air laut (brine water).
“Kami telah menemukan potensi litium di beberapa wilayah Indonesia, meskipun kadarnya kecil. Saat ini kami terus memetakan area yang berpotensi untuk dikembangkan,” jelasnya.
Selain itu, tim riset juga berhasil menghasilkan pasir silika dengan kemurnian 99,99 persen, serta mengembangkan paduan logam untuk alat kesehatan, termasuk implant panggul (total hip arthroplasty) yang telah diuji di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) dan disesuaikan dengan antropometri tulang manusia Indonesia.
Tak hanya itu, kelompok riset korosi dan mitigasi juga telah menciptakan cat anti-fouling berbasis logam tanah jarang (cerium) yang ramah lingkungan untuk aplikasi maritim, sementara tim riset baja dan logam spesial mengembangkan baja laterit hasil olahan nikel laterit untuk kebutuhan transportasi dan energi.
“Kami juga sudah memperoleh lisensi untuk alat ukur clip aneurisma — implan pembuluh darah otak yang berfungsi mencegah stroke — hasil riset anak bangsa,” tambah Dr. Ika.
Dari sisi kerja sama internasional, BRIN telah menandatangani MoU dengan Swinburne University of Technology, Australia, untuk riset bersama terkait pengolahan mineral kritis bahan baku baterai serta pengembangan program degree by research bagi peneliti master dan doktoral.
Sementara itu, Prof. Dr. Ratno Nuryadi, M.Eng, Kepala OR Nanoteknologi dan Material BRIN, menegaskan bahwa riset material dan metalurgi berperan penting dalam mendukung pembangunan berkelanjutan (sustainable development) dan target net zero emission.
“Kami memiliki 11 pusat riset yang fokus pada pengembangan material, mulai dari biomaterial, komposit, energi, katalisis, hingga polimer dan nanoteknologi. Semua diarahkan untuk mendukung transisi energi dan teknologi hijau,” ujarnya.
Prof. Ratno menambahkan bahwa arah riset BRIN kini menitikberatkan pada pengurangan ketergantungan energi fosil, pengembangan baterai, hidrogen, dan teknologi penyimpanan energi, serta pemanfaatan material lokal yang ramah lingkungan.
“Kami ingin riset tidak hanya menghasilkan inovasi, tetapi juga menjaga kelestarian lingkungan. Misalnya, riset plastik biodegradable di Pusat Riset Teknologi Polimer yang mudah terurai dan tidak mencemari bumi,” jelasnya.
Melalui ISMM 2025, BRIN menegaskan komitmennya dalam memperkuat ekosistem riset dan inovasi nasional berbasis teknologi hijau — mendorong Indonesia menuju masa depan industri material dan energi yang berdaya saing dan berkelanjutan. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.