BESTTANGSEL.COM, Myanmar – Sebagai bagian dari kegiatan pengembangan kapasitas SDM khususnya di Perguruan Tinggi ASEAN, tim DAAD Jerman bekerjasama dengan cologne university Jerman dan regional expert dari Indonesia dan Vietna menyelenggarakan workshop tahunan “DIES ProGRANT”.

Workshop yang digelar di Myanmar mulai 2 sampai dengan 6 Oktober 2017 tersebut, menghadirkan Trainer Jerman Birte Khatage, Reinhard Klein-Arendt, Trainer Vietnam nguyen Thi Tuong Anh, dan Trainer Indonesia, Leenawaty Limantara.

Workshop DIES ProGRANT merupakan pelatihan bagaimana menulis proposal riset, untuk diajukan ke lembaga lembaga internasional. Pesertanya adalah dosen dan periset S3 yang dipilih secara kompetitif, mewakili institusinya dari negara negara ASEAN.

Kegiatan training tahunan ini telah berjalan sejak tahun 2014 di negara negara ASEAN seperti Thailand, Vietnam, Indonesia dan tahun 2017 ini di Myanmar. Peserta diperlengkapi selama 5 hari di bulan April, 3 bulan e-Learning dan 5 hari di bulan Oktober untuk mempersiapkan proposal risetnya.

Dr Leenawaty Limantara, dalam siaran pressnya dari Myanmar yang diterima besttangsel.com, Kamis, 5 Oktober 2017 mengatakan, “Kegiatan berjalan sangat padat, interaktif dan menarik dengan metode pembelajaran yang mengondisikan peserta mempersiapkan proposalnya sekaligus memahami sudut pandang reviewer, dan presentasi dari semua peserta.”

Dr Leenawaty Limantara yang juga adalah Rektor Universitas Pembangunan Jaya (UPJ) Bintaro Tangsel ini menyatakan rasa senangnya mengikuti kegiatan penting.

“Saya seneng karena bisa ikut ambil bagian membangun kapasitas dan kapabilitas akademisi dan peneliti di ASEAN,” ujarnya menambahkan.

Workshop ProGRANT akan ditutup dengan testimoni dari peserta angkatan sebelumnya yang berhasil memperoleh hibah internasional.

Tahun depan ProGRANT direncanakan akan digelar kembali. Workshop akan diikuti oleh 30 peneliti, dengan seleksi yang sangat ketat dan seluruh rangkaian acara diselenggarakan dalam bahasa Inggris.

Asri/rlls

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.