BESTTANGSEL.COM, JAKARTA – kasus pembakaran sekolah dasar di Palangkaraya yang dilakukan anggota DPRD Kalimantan Tengah Yansen Binti, sementara masih di-back up oleh Bareskrim Polri, Kamis (7/9/2017).

Yansen Binti dibawa ke Jakarta guna menghindari konflik kepentingan di sana. Setyo mengakui, Yansen merupakan sosok yang cukup berpengaruh di Palangkaraya. Terbukti, ia mampu menghasut delapan tersangka lainnya untuk terlibat dalam pembakaran tujuh sekolah dasar.

“Kalau ditangani di sana ada conflict of interest. Karena dia seorang anggota DPRD, tokoh masyarakat,” ujar Setyo.

Namun, Ia memastikan tindak pidana tersebut tak berkaitan dengan partai politik Yansen, yakni Partai Gerindra.

“Tidak dikaitkan dengan parpol, dia sebagai pribadi melakukan itu,” kata Setyo.

Sebelumnya, Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri mengatakan, Yansen dibawa ke Bareskrim Polri untuk memudahkan pemeriksaan. Selain itu, dikhawatirkan terjadi konflik di wilayah karena banyak pengikut Yansen yang menentang penangkapan itu.

Dalam kasus ini, polisi menetapkan sembilan tersangka, termasuk Yansen. Polisi menyebut Yansen sebagai auktor intelektualis yang menggerakkan delapan tersangka lainnya untuk membakar sejumlah sekolah.

Motifnya, Ia ingin mendapatkan perhatian dari Gubernur Kalimantan Tengah Sugiarto Sabran berupa proyek. Para tersangka akhirnya dijerat Pasal 187 jo Pasal 55 KUHP karena melakukan pembakaran secara bersama-sama.

 

BR/BS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.