BESTTANGSEL.COM, PAMULANG- Pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan dunia, sangat mempengaruhi segala aspek kehidupan manusia, baik secara budaya maupun ekonomi. Pandemi berdampak pada banyaknya karyawan yang dirumahkan maupun yang mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK) sehingga menimbulkan permasalahan baru di masyarakat.

Sebenarnya dibalik suatu musibah, tentunya tetap ada kesempatan untuk bertahan hidup bahkan peningkatan ekonomi apabila individu yang terdampak PHK merubah pola pikir kearah yang kreatif untuk melihat peluang pengembangan wirausaha yang banyak terdapat disekeliling kita dengan mengamati bagaimana masyarakat berinteraksi, ataupun bagaimana melihat peluang untuk memuaskan keinginan masyarakat yang belum terpuaskan oleh produk maupun jasa yang ada disekelilingnya. Disamping itu dengan bertambahnya jumlah wirausahawan diharapkan Indonesia menjadi lebih berkembang di masa depan, serta dapat menyerap banyak tenaga kerja.

Menurut Menkop UKM Teten Masduki pada 22/10/2020 bahwa jumlah wirausaha di Indonesia baru mencapai 3,47 persen, masih tertinggal jika dibandingkan dengan beberapa negara dikawasan ASEAN seperti Thailand , Malaysia, Singapore. Melihat kondisi banyaknya Karyawan yang dirumahkan akibat Pandemi, maka dosen Prodi D-III Sekretari berinsiatif untuk mengadakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) berskala Internasional pada 24 Maret 2022 sebagai salah satu bentuk tanggung jawab dosen dalam pelaksanakan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

PKM yang berbeda dari biasanya kali ini mengundang pembicara Mr. Diwakar Saraswat – CEO dari sebuah perusahaan yang bergerak dibidang sistem informasi berasal dari Melbourne Australia yang juga merupakan wirausahawan yang cukup berhasil dan mampu mengembangkan usahanya ke beberapa Negara Asean seperti Phillippines, Indonesia, Singapore, Thailand.

Dikarenakan Indonesia pada bulan Maret 2022 masih berada dalam situasi pandemi, oleh karena itu pelaksanaan PKM yang bertemakan “Creating And Shaping Entrepreneurial Mind To Face The Digital Era Society” ini diadakan secara daring dari Australia dengan Peserta PKM berjumlah lebih lebih dari 100 Peserta yang terdiri dari Pelaku Usaha, Mahasiswa Universitas Pamulang dan Para dosen.

Mr. Saraswat dalam pemaparannya memberikan gambaran bagaimana beliau memulai usahanya di usia 19 tahun dengan kondisi keuangan yang minim, jadi kemampuan finansial bukan merupakan kendala utama, akan tetapi kemampuan melihat peluang yang ada merupakan modal utama dalam memulai bisnis. Selanjutnya, beliau memaparkan juga semua aspek bisnis mempunyai resiko akan tetapi dengan kalkulasi yang tepat hanya ada dua pilihan yaitu kerjakan atau tinggalkan, apabila berdasarkan kalkulasi sebuah bisnis layak untuk dikerjakan haruslah dibarengi oleh keyakinan diri yang kuat yang merupakan modal untuk berkecimpung di dalam dunia usaha.

Selanjutnya disampaikan juga oleh Mr. Saraswat, bahwa dalam membangun jiwa entrepreneur disamping keberanian, kemampuan untuk mengidentifikasi peluang yang ada, disamping itu juga diperlukan mindset yang kuat sebagai salah satu dasar  entrepreneur, serta mempunyai motivasi yang tinggi, dan leadership yang kuat, sehingga dapat mempengaruhi kerja tim kearah yang positif.

Ada tiga aspek kewirausahaan yang menjadi pilar utama seorang wirausaha , yaitu adanya kesempatan, sumberdaya dan tim kerja yang kuat. Dia juga menjelaskan tugas seorang wirausaha adalah bagaimana mensinergikan dan menyeimbangkan ketiga aspek tersebut, selanjutnya agar sinergi dari ketiga aspek ini dapat maksimal tentunya dibutuhkan pemikiran kreatif, Kemampuan komunikasi yang baik serta mempunyai jiwa kepemimpinan yang tidak mudah menyerah.

Disamping aspek kewirausahaan, ada juga tiga prinsip kepemimpinan wirausaha yang banyak dianut oleh pimpinan perusahaan besar yaitu perlakukan orang lain sebagaimana Anda ingin diperlakukan orang, oleh karena itu kemampuan interpersonal seseorang dalam menjalin hubungan kekerabatan akan sangat berpengaruh terhadap keberhasilan bisnis.

Selanjutnya berbagilah kekayaan atau hasil dengan orang yang terlibat atau berkontribusi dalam pengembangan bisnis di semua tingkatan,kemudian berkontribusilah pada kemakmuran komunitas, karena dengan komunitas yang baik dan sehat, maka masyarakat akan menjadi produktif yang akan berkontribusi positif terhadap perkembangan bisnis.

Menurutnya, ada beberapa anggapan dikalangan masyarakat bahwa wirausahawan yang berhasil berasal dari garis keturunan, pendidikan, keluarga, pengalaman kerja, akan tetapi berdasarkan penelitian dan juga latar belakang keluarga. Pembicara yang kedua orang tuanya adalah professor di sebuah perguruan tinggi di Australia, maka disimpulkan bahwa seorang seorang wirausahawan yang berhasil ditentukan oleh kemampuan seseorang (acquired skills) sesuai dengan sasaran pelaksanaan PKM internasional ini, peserta PKM UNPAM berharap bahwa dengan terselenggaranya PKM yang bersifat Internasional ini, akan menggugah jiwa kewirausahaan para mahasiswa dan juga memberikan wawasan wirausaha bagi para dosen serta pelaku UMKM khususnya didaerah Tangerang Selatan.

Ditulis oleh: Sapto Hadi Imambachri BSc., MM, Dosen Fakultas Ekonomi – Universitas Pamulang. 

Leave a Reply