foto : berbagai sumber

foto : berbagai sumber

BESTTANGSEL.COM –  Serangan jantung dan stroke menduduki dua peringkat teratas penyebab kematian di dunia. Berdasarkan riset kesehatan dasar Indonesia 2013, stroke dan penyakit jantung juga menduduki peringkat teratas penyebab kematian di Indonesia.

Stroke dan penyakit jantung memiliki faktor risiko yang sama. Mereka yang terkena stroke berisiko tinggi terkena serangan jantung, demikian sebaliknya. Mengacu pada riset Center for Disease Control and Prevention (CDC) di Amerika Serikat, orang dengan kadar kolesterol tinggi, berisiko hingga 2 kali lipat menderita penyakit jantung, dibandingkan orang dengan kadar kolesterol normal.

Sedangkan  proporsi rerata masyarakat Indonesia dengan kadar kolesterol total di atas nilai normal adalah 35% (1 dari 3 orang). Proporsi masyarakat dengan LDL (kolesterol jahat) di atas nilai optimal mencapai 76,2% (dengan proporsi kategori LDL tinggi atau sangat tinggi 15,9%).

Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah Dr Vito A Damay Sp JP M Kes FIHA FICA mengatakan terdapat cara untuk mencegah resiko sakit jantung di antaranya, mencegah faktor utama penyakit dalam memicu sakit jantung.

“Salah satu upaya mencegah penyakit jantung dan stroke adalah dengan mengatur penyakit gula dan tekanan darah. Selain itu, merokok dan pola makanan yang bisa menyebabkan kegemukan pada seseorang bisa memicu sakit jantung mendadak,” jelas dia.

“Seperti Diabetes Mellitus (penyakit gula atau kencing manis), Hipertensi (tekanan darah tinggi), kebiasaan merokok, kegemukan, dan kadar kolesterol tinggi.Kolesterol jahat merupakan bagian penting dalam mekanisme terbentuknya plakaterosklerosis yang menyebabkan penyempitan dalam pembuluh darah jantung,”  tambah Vito.

 

 

Teks : sindonews.com

Foto : berbagai sumber