BESTTANGSEL.COM, LEBAK BANTEN-Karyawan PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) merayakan hari jadi ke-24 perusahaannya dengan membiayai pembangunan sebuah jembatan desa di Kabupaten Lebak, Banten. Jembatan tersebut akan menjadi sarana penghubung yang memudahkan akses warga Desa Talagahiang dan Desa Sipayung yang berada di Kecamatan Cipanas. Selain dari dana donasi karyawan, biaya pembangunan juga berasal dari wakaf manajemen dan donasi pelanggan melalui program SMS Donasi (Xmart Donasi). Pembangunan yang akan dimulai pada pertengahan Oktober 2020 dan diperkirakan rampung pada Desember 2020.

Pembangunan jembatan ini diinisiasi dan direalisasikan oleh Majlis Taklim XL Axiata (MTXL), bekerjasama dengan lembaga sosial Inisiatif Zakat Indonesia (IZI). Peletakkan batu pertama proyek jembatan ini dilakukan pada hari Sabtu, 3 Oktober 2020 di lokasi pembangunan, yakni di Desa Talagahiang. Pembangunan jembatan ini diperkirakan akan membutuhkan dana sekitar Rp 600 juta.

Group Head XL Axiata Regional Jabodetabek & Kalimantan, Francky Rinaldo Pakpahan melalui siaran persnya, Minggu (04/10) mengatakan “Pembangunan jembatan desa ini merupakan bentuk komitmen kami untuk membantu masyarakat korban banjir bandang awal tahun 2020 lalu. Turut mendanai adalah para pelanggan XL Axiata yang menyalurkan donasinya melalui SMS Donasi yang dibuka sesaat setelah terjadi bencana banjir bandang waktu itu. Mengapa jembatan? Kami paham jembatan ini akan menjadi sarana penghubung yang penting bagi masyarakat untuk menunjang aktivitas sehari-hari, apa saja, baik untuk membantu kegiatan ekonomi dan sosial desa. Kami dengar, jika tanpa ada jembatan, masyarakat harus berjalan memutar dan cukup jauh.

Kepala Dinas PUPR Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, H. Maman Suparman, S.ST. M.Si mengatakan, “Mewakili warga Kecamatan Cipanas, khususnya Desa Talagahiang dan Desa Sipayung, kami menyampaikan terima kasih atas perhatian XL Axiata dan pelanggan setianya. Insyaa Allah jembatan ini akan sangat bermanfaat dalam mendukung berbagai aspek, terutama aspek ekonomi, pendidikan dan kesehatan, serta jembatan ini akan terus menjadi penyambung silaturahmi antara warga kami dengan XL Axiata.

Pembangunan jembatan ini merupakan kelanjutan dari penyaluran bantuan XL Axiata kepada masyarakat korban banjir bandang dan longsor Lebak. Dengan jembatan yang memadai, kini masyarakat di sekitar jembatan nantinya akan mendapatkan kenyamanan lebih melintasi jembatan yang semula hanya dapat dilintasi oleh pejalan kaki dan sepeda motor, nantinya kendaraan roda empat dapat melintas di jembatan tersebut. Selain itu, masyarakat juga dapat kembali merintis pengembangan potensi agrowisata dengan memanfaatkan potensi pertanian dan perikanan di desanya. Sarana jembatan akan memudahkan masyarakat dari luar kawasan tersebut untuk datang berkunjung. Kawasan tersebut memiliki potensi wisata yang cukup besar, terutama agrowisata.

Bencana banjir bandang dan tanah longsor yang terjadi di Lebak pada 6 Januari 2020 lalu tidak hanya memakan korban jiwa dan ribuan rumah tapi juga merusak berbagai fasilitas umum termasuk jembatan. Salah satunya jembatan yang menghubungkan desa yang menghubungkan Desa Talagahiang dan Desa Sipayung. Rusaknya jembatan ini membuat masyarakat bergotong-royong membangun jembatan darurat dengan bahan dari batang bambu, agar jalur penghubung dua desa tetap dapat dipergunakan masyarakat meskipun hanya terbatas untuk pejalan kaki dan sepeda motor. Selain itu, jembatan darurat dibangun masyarakat untuk menunjang aktivitas ekonomi yang tentunya sangat terpengaruh dengan sempat terputusnya jembatan ini

Proyek pembangunan jembatan ini menjadi jembatan desa keenam yang telah dibangun XL Axiata. Pembangunan jembatan lainnya telah terlaksana di Garut pada tahun 2012 (Jembatan Cigawir) dan tahun 2017 (Jembatan Cicurug), kemudian pada tahun 2014 di Cianjur (Jembatan Naringgul), lalu pada tahun 2018 membangun Jembatan Talang Pringsewu di Lampung dan Jembatan Padaherang di Majalengka. (rlls/As)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.