BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Sejak tahun 2011, Indonesia telah memasuki Industry 4.0, yang ditandai dengan meningkatnya konektivitas interaksi antara manusia, mesin, dan sumber daya lain melalui teknologi informasi dan komunikasi. Pada revolusi industri keempat ini terjadi lompatan besar di  sektor industri, di mana teknologi informasi dan komunikasi dimanfaatkan sepenuhnya. Tidak hanya dalam proses produksi, melainkan juga di seluruh rantai nilai industri sehingga melahirkan model bisnis yang baru dengan basis digital guna mencapai efisiensi yang tinggi dan kualitas produk yang lebih baik.

Sebagai lembaga penelitian negara, Pusat Penelitian Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Puspiptek), juga ikut andil dalam pengembangan industri dalam negeri. Di antaranya dengan melakukan pembinaan pada Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) melalui Technology Business Incubation (TBIC) Puspiptek. Diresmikan pada 4 April 2016, Technology Business Incubation Center (TBIC) merupakan sarana untuk menginkubasi calon pengusaha pemula yang berbasis teknologi.

TBIC-Puspiptek merupakan wadah untuk pengayaan, pelatihan dan pemantapan produk sebelum akhinya dikenalkan secara lebih luas kepada khalayak. Hasil – hasil inovasi yang masuk incubator TBIC pun beragam, mulai dari bidang pangan, kesehatan, pertanian, hingga infrastruktur. Dan ternyata, animo masyarakat pun cukup tinggi. Saat ini TBIC telah berhasil menginkubasi puluhan UMKM.

Keberhasilan TBIC-Puspiptek telah dibuktikan dengan suksesnya Salah satu perusahaan makanan dengan merk ‘Mangano’. Produk makanan berbahan tempe yang diproduksi oleh PT Djava Sukses Abadi ini, siap mendunia. Dalam sebulan dua container Tempe Mangano  dieksor ke negara Gingseng, Korea Selatan. Setelah dibina dan ikut program inkubasi di TBIC-Puspiptek, Tempe Mangano bisa tahan hingga 1,5 tahun.

Tempe Mangano siap eksport, membuktikan kesuksesan TBIC Puspiptek mendukung UMKM Indonesia siap di era industry 4.0.

Tidak hanya Tempe Mangano, UMKM binaan TBIC-Puspiptek yang lain pun sudah menuai sukses. Seperti, Sumur Resapan Green Well, Beras Singkong, Natural Black Garlic dan masih banyak lagi.

Tidak hanya menginkubasi produk, Puspiptek juga memberikan fasilitas guna meningkatkan value dari produk tersebut. Seperti Kesempatan untuk melakukan proses pemenuhan standar di berbagai laboratorium yang tersedia di TBIC Puspiptek. Di antaranya di Laboratorium Gamma Merah Putih, yang memberi fasilitas proses pengawetan makanan dan produk produksi lainnya, melalui radiasi gamma nuklir yang juga sudah tersedia di kawasan Puspiptek Serpong Tangerang Selatan.

“Puspiptek mencoba untuk memfasilitasi, dengan melakukan kerjasama dengan lembaga lain di antaranya dengan BPOM, IRT atau misalnya untuk alat kesehatan kami berkerjasa dengan Kemenkes bahkan kami juga bekerjasama dengan BSN untuk masalah standarisasi. Kita mau semua produk itu terstandasrisasi, karena dengan begitu produk tersebut bisa dijual di mana saja,” tutur Kepala Puspiptek Sri Setiawaty di sela Workshop Standardisasi dan Legalisasi Produk di Aula TBIC Puspiptek, yang digelar Mei 2018 lalu.

Kunjungan 70 peserta ABInet ke TBIC Puspiptek, dapat dijadikan ajang pembelajaran bagi UMKM binaan TBIC-Puspiptek.

Selain memfasilitasi para UMKM dengan kemudahan legalisasi, Puspiptek juga selalu berkesempatan menjadi tuan rumah atau mendapat kunjungan istimewa dalam kegiatan inkubasi bisnis negara-negara ASEAN. Yang dapat dijadikan ajang bertukar pengalaman bagi UMKM binaan TBIC-Puspiptek. Seperti kunjungan 70 Business Incubator Network (ABInet) pada 3 Agustus 2018.

“Dengan fasilitas yang diberikan Puspiptek, diharapkan dapat menguatkan sistem perekonomian Indonesia, khususnya di era Industry 4.0,” pungkas Sri.

 

Asri

 

 

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.