BESTTANGSEL.COM, JAKARTA – Danone – AQUA menjadi perusahaan Fast Moving Consumer Goods (FMCG) pertama di Indonesia yang memperoleh sertifikasi B Corp pada Februari 2018 yang lalu. Ini membuktikan bahwa selama perjalanan Danone – AQUA di Indonesia telah menerapkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkontribusi dalam mengatasi masalah sosial dan lingkungan. Hal tersebut sebagaimana disampaikan oleh Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, di gelaran acara Ngopi Sore, Rabu (31/07/2019).

Saat ini, sebanyak 2.933 perusahaan, 150 industri dari 64 negara telah tersertifikasi B Corp. Setiap bulan rata-rata terdapat 27 perusahaan mendapat sertifikasi B Corp. Perusahaan B Corp kemudian membentuk gerakan global untuk menciptakan perubahan sistem sosial dan lingkungan serta mendukung tumbuhnya ekonomi inklusif yang berkelanjutan.

Di Indonesia, B Corp mulai dikenal sejak 2018 yang lalu. Sejak itu, B Corp menjadi inspirasi sejumlah perusahaan di Indonesia. Berbagai manfaat akan menjadi nilai tambah bagi perusahaan bersertifikasi B Corp, diantaranya B Corp mendorong perusahaan menjalankan bisnis dengan memperhatikan dampak positif terhadap terhadap sosial dan lingkungan. Perusahaan yang tersertifikasi B Corp juga harus memastikan tata kelola perusahaannya memberikan dampak yang baik untuk internal, misalnya dengan memastikan terpenuhinya manfaat kepada karyawan secara finansial maupun non finansial.

Perusahaan B Corp juga menjadi bagian tak terpisahkan dalam konteks Sustainable Development Goals (SDGs) yang meliputi 3 dimensi pembangunan berkelanjutan, yaitu lingkungan, sosial, dan ekonomi. Hal itu selaras dengan visi B Corp yang mendorong bisnis untuk senantiasa mengedepankan kesejahteraan manusia dan keberlangsungan planet tempat tinggal kita.

“Sertifikasi B Corp telah mendorong Danone-AQUA melakukan perubahan yang juga berkontribusi pada pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan. Di samping terus memberikan akses air bersih kepada lebih dari 165.000 penerima manfaat, Danone- AQUA juga mendorong terbentuknya ekonomi inklusif dengan memberdayakan perempuan melalui mikro distribusi AQUA Home Services. Saat ini ada 7300 lebih ibu rumah tangga menjadi mitra AHS yang juga merupakan penyumbang pendapatan keluarga,” papar Karyanto Wibowo.

“Di bidang lingkungan, Perusahaannya juga berkomitmen untuk mengumpulkan lebih banyak plastik dari yang di produksi tahun 2025 dan melakukan inovasi produk 100% terbuat dari hasil plastik daur ulang. Produk inovatif ini adalah sumbangan kami untuk mengatasi permasalahan plastik di Indonesia. Sementara di internal, Perusahaan juga berupaya membangun bisnis yang inklusif dengan meluncurkan program kepemilikan saham karyawan one share one voice,” tambahnya.

Kebaikan yang didorong oleh B Corp membuat Danone-AQUA mendukung tumbuhnya gerakan B Corp di Indonesia. Oleh karena itu menurut Karyanto, pihaknya akan sangat terbuka untuk membantu perusahaan lain yang ingin mendapatkan sertifikasi B Corp. “Kami bersedia berbagi pengalaman dan mendampingi perusahaan menjalankan proses B Corp assessment,” imbuhnya.

Karyanto Wibowo, Sustainable Development Director Danone Indonesia, saat memperlihatkan botol plastik hasil produksi daur ulang Danone-AQUA.

Inspirasi Danone-AQUA 

Mengikuti jejak Danone – AQUA, Saat ini, terdapat sejumlah perusahaan yang juga tertarik menjadi B Corp, salah satunya adalah Great Giant Foods (GGF), industri yang bergerak dibidang makanan dan minuman olahan.

Arif Fatullah, Senior Manager Sustainability Great Giant Foods mengatakan bahwa B Corp bisa memberikan nilai lebih bagi perusahaannya di mata konsumen. Saat ini GGF merupakan perusahaan eksportir nanas kaleng nomor 1 di dunia dengan pangsa pasar di Amerika Serikat, Eropa, Timur Tengah dan juga Asia.

“Selama ini GGF telah menjalankan praktek produksi yang ramah lingkungan dan berkelanjutan. Kami berupaya memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar operasional Perusahaan. Hal tersebut dilakukan dengan membangun kemitraan strategis bersama masyarakat untuk menjadi pemasok”, jelas Arif.

Dunia bisnis dan industri seringkali dikaitkan dengan dampak persoalan sosial hingga lingkungan, karenanya B Corp yang mengedepankan ‘Using Business as a Force for Good’ dapat menjadi solusi dalam mendorong penerapan prinsip keberlanjutan dalam setiap keputusan bisnis perusahaan.

Di tingkat global, pelaku bisnis telah lama berkomitmen untuk menghadirkan bisnis yang memberi dampak positif terhadap lingkungan, ekonomi dan juga sumber daya manusianya. Semangat tersebut terwujud melalui B Corporation (B Corp), yaitu sertifikasi internasional untuk perusahaan yang diberikan oleh Lembaga Non Profit B Lab, sebuah lembaga yang mengkampanyekan bisnis untuk kebaikan.

Sertifikasi B Corp diberikan kepada perusahaan yang selama proses audit mampu membuktikan bahwa bisnis prosesnya – mulai dari rantai pasok, sistem operasional hingga produk/service yang dilempar ke pasar bisa memberikan dampak positif dan nilai tambah bagi masyarakat dan lingkungan. Adapun kelima aspek yang menjadi perhatian dalam sertifikasi B Corp adalah tata kelola, karyawan, lingkungan, komunitas dan konsumen.

Dorong Pencapaian Target SDGs

Terkait hal ini, Amalia Adininggar Widyasanti, Staf Ahli Menteri Bidang Sinergi Ekonomi dan Pembiayaan BAPPENAS mengatakan B Corporation sebagai langkah bersama untuk mencapai target SDG’s.

“Sustainability sudah menjadi gaya hidup terutama dikalangan millennial. Oleh karena itu, contoh-contoh baik seperti B Corporation ini harus segera digalakkan bersama. Saya yakin, belum banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya pembangunan berkelanjutan. Diharapkan, sertifikasi B Corp ini harus mencadi concern bersama dimana perusahaan turut membangun sistem kebaikan, baik di dalam perusahaan maupun bagi konsumen,” tutup Amalia. (*)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.