Deputy Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin (pegang buku) tampak ikut belajar dan bermain di luar kelas bersama siswa-siswi SMAN 2 Tangsel, Kamis (01/11)

BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Berbeda dari biasanya, hari ini, Kamis (01/11), seluruh siswa SMA Negeri 2 Tangerang Selatan, tampak asik bermain di luar kelas. Mereka bermain di luar kelas sesuai program Classroom Day (OCDay) yang dicanangkan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) untuk memperingati Hari Anak Internasional.

Berbagai permainan tradisional seperti galasin, gobak sodor, holahop, congklak dan aneka permainan tradisional lainnya dimainkan para siswa bersama dengan guru juga Kepala Sekolah. Tidak hanya di SMAN 2 Tangsel, OCDay dilakukan secara serentak di 400 sekolah di Indonesia.

Siswa-siswi SMAN 2 Tangsel tampak senang bermain permainan tradisional, congklak, tampak mengawasi, Jaleswari Pramodhawardhani, Deputi V bidang Politik, Hukum, Keamanan, dan Hak Asasi Manusia di Kantor Staf Presiden (batik merah).

Hadir pada kegiatan OCDay di SMAN 2 Tangsel, Deputy Bidang Tumbuh Kembang Anak Kemen PPPA, Lenny N Rosalin menyampaikan, kegiatan belajar di luar kelas atau OCDay ini merupakan salah satu bentuk kegiatan yang mendukung Sekolah Ramah Anak (SRA). Di Indonesia, saat ini telah terdapat 11.097 Sekolah Ramah Anak (SRA) di 236 Kabupaten/Kota di 34 provinsi.

“Metode pembelajaran dalam kegiatan OCDay ini mengusung berbagai tema diantaranya, climate change (adaptasi perubahan iklim), perilaku hidup bersih dan sehat, sarapan sehat setiap hari, pendidikan karakter, cinta tanah air, serta pelestarian permainan tradisional. Kegiatan ini dilaksanakan dalam waktu kurang lebih 90 menit dengan beragam kegiatan dan aktivitas yang dapat mengeksplor kreativitas anak-anak tersebut,” ujar Lenny N Rosalin.

Sementara itu, dari SDN 2 Lateri Ambon, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Yohana Yembise mengatakan,  “OCDay atau Hari Belajar Di Luar Kelas selaras dengan arahan Presiden yang meminta sekolah untuk melakukan proses pembelajaran di luar kelas. Hal ini agar proses pembelajaran bagi anak menjadi menyenangkan dan tidak membosankan, juga bisa meningkatkan kemandirian serta kreativitas mereka,” ujar Yohana.

Tak hanya siswa, guru-guru di SMAN 2 Tangsel pun ikut bermain bersama.

OCDay di Indonesia dimulai sejak tahun 2017 dan menjadi terbaik kedua setelah London karena banyaknya jumlah sekolah yang mengikuti. Tahun ini, kurang lebih 347.758 anak dari 400 sekolah diberbagai wilayah Indonesia terdaftar ikut serta.

OCDay dilaksanakan di Banten (SMAN 2 Kota Tangerang Selatan) dan Bukittinggi (SDN 2 Percontohan) mewakili wilayah Barat Indonesia, Balikpapan (SLB Balikpapan) dan Manado (SMA Advent Klabat) mewakili wilayah Tengah Indonesia, serta Ambon (SDN 2 Lateri) dan Jayapura (SMP YPKK Kristus Raja) mewakili wilayah Timur Indonesia.

“Kegaitan OCDay bisa diikuti oleh semua satuan pendidikan. Namun saya mengimbau agar minimal seluruh SRA yang ada di Indonesia dapat mengikuti kegiatan ini dan dilakukan minimal 2,5 jam oleh setiap sekolah. Saya juga berharap kedepan, tiap tahunnya semakin banyak sekolah yang mengadopsi dan tidak hanya dilakukan sekali setahun, tapi bisa satu bulan sekali, atau bahkan satu minggu sekali dengan diisi beragam inovasi kegiatan,” tutup Menteri Yohana.

 

 

 

Asri

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.