2016-10-18-photo-00000230BESTTANGSEL.COM- Mencegah terjadinya potensi pemilih ganda dan data pemilih palsu, Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dan KPU Banten melakukan rapat koordinasi pembaharuan data dan daftar pemilih, yang berada dilokasi perbatasan antar kedua wilayah tersebut.

Didih M Sudih, anggota KPU Banten Divisi Program dan Data mengatakan, rapat kordinasi tersebut sengaja dilakukan bersamaan karena DKI dan Banten merupakan wilayah yang saling berdekatan.

“Besar kemungkinan pemilih dari Banten pindah ke Jakarta atau sebaliknya,” ujarnya, Selasa (18/10/2016).

Disisi lain Komisioner KPU Banten, Syaiful Bahri  menjelaskan, untuk menghindari warga ber-KTP Banten memilih di Jakarta atau sebaliknya, data pemilih akan dicek melalui Sistem Data Pemilih (Sidalih). Data itu kemudian dikoordinasikan ke Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) masing-masing provinsi.

“kita melakukan kordinasi tersebut terkait migrasi pemilih, mobilisasi pemilih, dan pemilih perbatasan yang punya potensi memilih dua kali,” kata Syaiful Bahri.

Syaiful juga menambahkan, untuk menghindari potensi pemilih mencoblos dua kali, maka yang harus dipastikan adalah e-KTP maupun surat keterangan yang dikeluarkan Disdukcapil sebagai pengganti e-KTP warga yang masih dalam proses pencetakan.

“Kalau di Banten punya surat keterangan dan di DKI juga dikeluarkan, besar kemungkinan bisa memilih dua kali. Lalu, untuk mencegah pemilih memilih dua kali dengan kita akan menggunakan tinta. Jadi petugas PPS harus memastikan, pemilih yang sudah memberikan hak suaranya harus mencelupkan jarinya ke tinta sampai mengenai kuku jari, dan petugas harus jeli terhadap pemilih, jangan sampai ada yang sudah nyata-nyata memilih tapi malah lolos,” pungkas Syaiful.

 

Teks : Iyar

Foto : Istimewa