BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Pagi itu, Sabtu 9 November 2019, menjadi hari paling istimewa bagi Bunda Yuli, Ibu dari Denisa, siswi kelas VII, SMPIT Auliya Jombang Ciputat. Sebab, di hari itu Bunda Yuli dan ayahanda Denisa, berkesempatan menyaksikan Denisa buah hatinya tampil membacakan puisi di gelaran Pentas Seni Program Utama Kelas VII SMPIT Auliya. Tidak hanya Bunda Yuli, ada banyak bunda dan ayah lain yang hadir menyaksikan kegiatan tersebut dengan tujuan yang sama.

“Ini sebuah kegiatan positif, di mana anak-anak kami diajak untuk berkreativitas, menunjukkan kemampuan mereka seperti menyanyi, menari dan berpuisi. Sebagai seorang ibu tentu saja ada rasa bangga manakala menyaksikan buah hati kita dengan penuh percaya diri, tampil di depan umum,” ungkap Bunda Yuli.

Pameran hasil karya siswa-siswi kelas VII SMPIT Auliya, (9/11).

Program Utama (Protam) SMPIT Auliya Kelas VII fokus pada pembentukkan karakter pada anak remaja. Kali ini dengan mengangkat tema “Character Building Expo” Panitia Pelaksana Protam tersebut, ingin lebih mengeksplor kemampuan anak-anak kelas VII.

“Kali ini anak-anak telah menunjukkan kemampuan mereka dalam pentas seni. Semua pertunjukkan dilakukan dengan baik oleh anak-anak, seperti menari saman, membaca puisi, musik perkusi dari barang bekas, dan tidak ketinggalan seni dalam membaca hafalan Alquran. Selain itu mereka juga memamerkan hasil kreativitas mereka Dalam berbagai kerajinan tangan, seperti membuat wayang, membuat frame, ada juga kerajinan tangan yang dibuat dari barang bekas, hasil kerajinan tangan kemudian dilelang kepada orang tua siswa, dan hasilnya yakni sebesar Rp12.500.000, disumbangkan untuk korban gempa di Ambon melalui Yayasan Kesejahteraan Masyarakat (Yakesma),” papar Ketua Pelaksana Protam Kelas VII, Dian Abu Sofyan.

Para orang tua bangga menyaksikan kreativitas seni buah hati mereka di ajang Character Building Expo Protam Kelas VII SMPIT Auliya (9/11).

Menurut Abu Sofyan, hampir 90 persen, orang tua hadir dalam kegiatan tersebut. “Alhamdulillah ini menjadi support bagi anak-anak, sehingga mereka termotivasi memberikan penampilan terbaiknya. Melalui character building ini kami ingin anak-anak lebih mandiri, peduli dengan sesama, dan menghargai kebersamaan, melalui kerja kelompok, diskusi bersama hingga berkreasi bersama sejak awal mereka duduk di Kelas VII.”

Penjualan secara lelang hasil karya siswa-siswi kelas VII SMPIT Auliya, hasil lelang senilai Rp12.500.000 disumbangkan untuk korban gempa Ambon melalui Yakesma.

Dukungan positif juga datang dari Kepala Sekolah Sekolah SMPIT Auliya, Yuniarti Tahjoen. “Sekolah selalu mencari upaya untuk membangun karakter anak. Ini adalah acara puncak, sebelumnya kami juga mengadakan berbagai kegiatan seperti seminar media sehat, ada juga seminar anti bully yang mengikutsertakan kedua orang tua, dengan melakukan diskusi antara anak dan orang tua dengan para ahli parenting, dengan begitu apa yang akan disampaikan bisa dicerna dengan baik oleh anak-anak.”

Panitia pelaksana Protam kelas VII SMPIT Auliya, Dian Abu Sofyan (kiri), dan Kepala Sekolah SMPIT Auliya, Yuniarti Tadjoen (kanan).

Yuniarti berharap dengan dilaksanakannya protam pembentukkan karakter di kelas VII, anak-anak menjadi lebih berahlakul karimah, mandiri, dan peduli sesama juga peduli terhadap lingkungan. (asri)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.