BESTTANGSEL.COM, PAMULANG- Para pecinta dan penggiat olahraga bersepeda atau goweser tentu tidak akan melupakan momen lahirnya gerakan B2W (Bike to Work) yang digagas oleh sekelompok penggemar kegiatan sepeda gunung (Komunitas Jalur Pipa Gas) pada bulan Agustus 2005 lalu. Gerakan yang dideklarasikan di Balaikota DKI Jakarta dengan nama Komunitas Pekerja Bersepeda (Bike to Work Community) merupakan gerakan moral yang berangkat dari rasa keprihatinan akan kemacetan, pemborosan energi dan meningkatnya polusi udara yang berdampak pada degradasi kecerdasan dan mental manusia Indonesia.

Pada awal kegiatan B2W, Komunitas Pekerja Bersepeda (Bike to Work Community) sukses mengakumulasi 1.300 pesepeda dari seluruh wilayah di Jakarta, pada acara B2W Day di Bundaran HI pada tanggal 27 Agustus 2006, yang menarik perhatian seluruh media cetak dan elektronik nasional. Suksesnya acara tersebut membangkitkan animo masyarakat yang luar biasa khususnya penggiat olahraga bersepeda.

Keuntungan dari kegiatan ini, tidak hanya dirasakan oleh karyawan, tetapi juga oleh perusahaan, masyarakat dan pemerintah. Hal ini yang membuat gerakan Bike to Work semakin hari semakin banyak orang yang mengikutinya dan memakai sepeda ke tempat kerja. Di pekantoran terutama kantor-kantor pemerintah terlihat banyak sepeda terparkir seiring dengan menggaungnya budaya bersepeda ke tempat kerja (Bike to Work).

Lantas apa kabarnya Bike to Work di Kota Tangerang saat ini? Apakah mati suri dan tidak ada lagi penggiatnya? Berdasarkan pengamatan penulis dan perbincangan dengan anggota komunitas sepeda di salah satu perusahaan yang cukup ternama di Kota Tangerang, ternyata mereka tidak mau dikatakan bahwa B2W di Kota Tangerang mati suri atau sudah sepi.

“Komunitas B2W Kota Tangerang tetap eksis walaupun memang jauh berkurang aktivitasnya, hal ini dikarenakan beberapa alasan misalnya fasilitas dan infrastruktur penunjang aktivitas bersepeda masih minim, jarak yang terlalu jauh dari rumah ke tempat kerja, keringat, bau badan dan kotor, ditambah kalau musim hujan” jelas Juwita Leopika, salah satu aktivis Bike to Work wanita yang masih eksis sampai sekarang.

Demam B2W di Kota Tangerang pada awal boomingnya gerakan Bike to Work memang sangat ramai. Apabila dibandingkan dengan Jakarta memang masih kalah jauh, namun banyak penggiat dan pencinta olahraga bersepeda aktif melaksanakan B2W ke tempat kerja.

Mayoritas dari pekerja di Tangerang adalah karyawan industri manufakturing atau lebih familiar disebut buruh pabrik. Pekerja pabrik tentu ada yang karyawan produksi maupun karyawan kantor. Komunitas sepeda di salah satu kantor sebuah pabrik di Kota Tangerang yang disebutkan di atas, sebut saja Tedi, Dyka, Pika, Rosa, Supardi dan Eri yang tetap eksis bersepeda ke kantor. Pada awal boomingnya gerakan B2W mereka bisa dibilang rajin dan hampir setiap hari bersepeda ke kantor, namun karena berbagai alasan dan kondisi terutama faktor cuaca pada musim hujan ditambah fasilitas dan infrastruktur yang tidak lebih baik dari sebelumnya maka lambat laun intensitas berangkat kerja dengan bersepeda mulai dikurangi, misalnya satu minggu hanya dua kali itu pun selang seling hari.

Setelah beberapa tahun perjalanan kegiatan B2W semarak, perlahan tapi pasti, penggiat sepeda mulai melakukan pengurangan intensitas membawa sepeda ke tempat kerja dikarenakan alasan yang beragam. Disamping itu pula,  mayoritas masyarakat di Tangerang masih menjadikan sepeda sebagai alat olahraga semata dan belum sebagai alat mobilitas. Hal tersebut diperkuat hasil survei yang dilakukan oleh Komunitas B2W Indonesia bersama sejumlah komunitas sepeda di 32 provinsi, baru-baru ini.

Berdasarkan hasil survey terhadap lebih dari 14.000 responden pesepeda, sebanyak 57% diantaranya menjadikan sepeda sebagai media olahraga. Di lain sisi, hanya 43% yang menggunakan sepeda untuk alat transportasi utama. Hal ini cukup beralasan karena mereka masih mengkhawatirkan segi keselamatan terutama di jalan raya.

Walaupun pemerintah Kota Tangerang sudah menyediakan infrastruktur berupa jalan khusus sepeda, namun kenyataannya jalan tersebut lebih sering digunakan oleh sepeda motor.

Di tengah maraknya pandemi virus corona (Covid-19) ini muncul lagi euphoria bersepeda di semua kalangan terutama pada hari libur. Hal ini tentu berdampak juga pada kegiatan B2W di Kota Tangerang, sejak bulan April sampai saat ini mulai ramai lagi orang-orang bekerja dengan bersepeda (Bike to Work), walaupun satu bulan terakhir muncul tantangan berat berupa musim hujan yang mau tidak mau menurunkan intensitas B2W.

Salam sehat, tetap semangat Bike to Work.

Penulis : Harjoyo

Dosen Universitas Pamulang

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.