BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Bencana gempa bumi yang mengguncang Lombok Nusa Tenggara Barat telah mengambil banyak empati masyarakat, tidak terkecuali hati anak-anak yang tergabung dalam Wonder Kids yakni komunitas anak-anak yang merupakan asuhan dari komunitas sosial Yayasan Puri Siwi Tangerang Selatan.

Adalah Michele Nauli Wiethoff dan Pricillia Denisa Siregar, dua sosok anak-anak wanita yang memiliki keberanian untuk terjun langsung berempati bagi para korban gempa di Lombok. Sebelumnya, Michele dan Prisil ikut dalam kegiatan sosial mengunjungi dan menghibur anak-anak Asmat Papua Indonesia Timur yang terkena wabah penyakit gizi buruk dan malaria.

Qira Borneo (baju merah) & Michele (paling kanan), saat baksos di Papua.

Bersama komunitas sosial Lions Club Indonesia dan Yayasan sosial Puri Siwi Tangsel, Michele dan Pricillia berangkat dari Lanud Halim Perdana Kusuma Jakarta menuju Lombok dengan menggunakan pesawat Hercules TNI AU, (20/08/2018).

“Harusnya berangkat bersama dengan band cilik “Asi Band” untuk menghibur anak-anak korban gempa. Namun sayang dua dari personil band yakni Qyra Borneo dan Mario Satrioku dan Mario Djae tidak  bisa ikut karena masih khawatir akan adanya gempa susulan,” tutur Michele saat ditemui di tengah anak-anak korban gempa di Lombok Barat bersama dengan tim relawan PMI dan Red Cross asal German dan Kenya, (21/08).

Menurut Michele dan Prisil, nilai-nilai sosial yang diturunkan dari sang Bunda, Nita Siregar Wiethoff, pendiri Yayasan Sosial Puri Siwi Tangsel sekaligus juga Presiden Lions Club Indonesia Sekretariat Tangerang Selatan, telah menyadarkannya akan indahnya saling berbagi dan menolong orang lain.

“Sangat bermanfaat, kita jadi peka terhadap apa yang terjadi pada lingkungan di sekitar kita. Selain itu juga kita bisa merasakan kebahagiaan yang tidak bisa dilukiskan dengan menolong orang khususnya anak-anak karena kami memang masih anak-anak,” ungkap Michele yang saat ini duduk di kelas VII SMP Al Azhar BSD City Tangsel.

Tidak hanya bermanfaat bagi orang lain, menjadi seorang relawan juga banyak membawa manfaat bagi diri sendiri. Di antaranya bisa singgah di berbagai daerah yang terkena musibah bencana alam.

“Biasanya perjalanan sosial kami dilakukan pada musim liburan agar tidak mengganggu kegiatan sekolah,” tutup Pricillia yang saat ini sudah duduk di kelas IX.

Sementara itu, Nita Siregar Weethof, ibu dari Michele menyatakan rasa syukurnya karena bisa mengajarkan banyak anak-anak Wonder Kids khususnya Michele tentang arti bersyukur yang sesungguhnya.

“Dengan berbagi anak-anak bisa memahami arti bersyukur, bahwa masih ada anak-anak di luar sana yang membutuhkan mereka. Selain itu, anak-anak juga akan tanggap terhadap bencana alam dan bagaimana kita bisa survive ketika bencana alam menimpa kita, hal ini wajib diketahui oleh anak-anak karena kita tinggal di cincin api khatulistiwa yang rawan bencana,” pungkas Nita.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.