Imunisasi MR di Pemukiman Pemulung Cipeucang Serpong Tangsel, (13/10/2017).

BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Hingga menjelang ditutupnya perpanjangan waktu imunisasi Measles Rubella (MR), Dinas Kesehatan (Dinkes) Tangerang Selatan terus melakukan sweeping. Di antaranya ke pemukiman pemulung di Cipeucang Serpong, Tangerang Selatan, Jumat (13/10/2017).

Bau sampah yang menyengat tidak menyurutkan semangat petugas Puskesmas Serpong 1 Tangsel, untuk melakukan sweeping di Cipeucang Serpong. Dengan lapisan masker yang menutup hidung dan mulut, para petugas Puskesmas Serpong 1 terus mencari anak-anak yang belum tervaksin.

Sosialisasi petugas Puskesmas yang dilakukan dengan cara berkeliling, dan menggunakan pengeras suara ternyata cukup menarik perhatian warga Cipeucang. Meski tampak masih adanya keraguan di mata kaum ibu untuk mengimunisasi anaknya, namun berkat upaya keras petugas dalam meyakinkan pentingnya vaksin MR, akhirnya sebagian besar anak-anak di pemukiman pemulung itu bisa tervaksin.

Marsinah (22 tahun), warga pendatang yang bermukim di Cipeucang ini, akhirnya setuju untuk memvaksin anaknya, Putera (4 tahun). “Anak saya ini belum pernah di imunisasi sekalipun sejak lahir, khawatir sakit kata neneknya di kampung. Tapi tadi dengar dari petugas katanya vaksin yang ini sangat penting buat anak, makanya saya mau anak saya di imunisasi,” ungkap warga pendatang asal Lebak Banten ini sambil menuntun buah hatinya.

Tidak hanya Marsinah, petugas Puskesmas Serpong 1 pun bisa meyakinkan hampir semua penghuni Cipeucang.

“Hari ini, kami kembali melakukan sosialisasi dan sekaligus pemberian vaksin MR di beberapa lokasi, seperti di SMAN 12 Tangsel, Permukiman Pemulung Cipeucang Serpong, serta penghuni di pinggiran rel kereta di sekitar stasiun Serpong,” tutur Dra. Raiyan, Apt., Kepala Puskesmas Serpong 1 Tangsel, saat ikut melakukan sweeping.

Dari hasil sweeping yang dilakukan Puskesmas Serpong 1 per hari ini, diperoleh lebih dari 300 anak yang bisa diimunisasi.

Program kesehatan masyarakat dari Kementerian Kesehatan dan United Nations Children’s Fund (UNICEF) tersebut, memang sudah dicanangkan menjadi agenda prioritas semua lembaga kesehatan masyarakat di Indonesia sejak 2016 lalu.

“Berbagai upaya telah kami lakukan, semoga bisa menunjukan hasil yang baik, karena yang kami pikirkan bukan target melainkan pentingnya vaksin ini bagi anak-anak dan masyarakat. Untuk itu, upaya ini masih akan terus dilakukan hingga batas akhir masa perpanjangan imunisasi,” ungkap Raiyan yang juga telah mempersiapkan posko layanan imunisasi di dua cluster elite di kawasan BSD Tangsel, yakni Delatinos dan The Green di akhir penutupan program Imunisasi MR di Indonesia, per 14 Oktober 2017.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.