BESTTANGSEL.COM, BINTARO TANGSEL-  Menyongsong Hari Ulang Tahun yang ke-23, RS Premier Bintaro melangsungkan rangkaian Giant Webinar dengan topik-topik menarik yang dibawakan oleh narasumber yang kompeten di bidangnya. Perlindungan Hukum Bagi Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan di Masa Pandemi, menjadi salah satu Giant Webinar yang diangkat oleh RS Premier Bintaro.

Webinar yang digelar virtual pada, Sabtu (17/09) menghadirkan narasumber; Sundoyo, S.H., M.K.M., M.Hum (Kepala Biro Hukum dan Organisasi Kementrian Kesehatan Republik Indonesia), dengan topik materi Perlindungan Hukum bagi Tenaga Kesehatan. Narasumber berikutnya adalah Prof. Budi Sampurna (Ketua Komite Etik dan Hukum RSUPN Cipto Mangunkusumo) dengan topik materi seputar Etika Klinis dan Etika Rumah Sakit di Masa Pandemi. Narasumber selanjutnya adalah Prof. Dr. dr. Herkunanto, Sp.F (K), S.H., LLM., FACLM (Guru Besar Kedokteran Forensik & Medikolegal Universitas Indonesia), dengan topik materi mengenai Perlindungan Hukum Bagi Direktur dan Manajerial Rumah Sakit di Masa Pandemi. Narasumber berikutnya adalah Dr. Harif Fadhillah, S.Kp., S.H., M.Kep., M.H. n (Ketua Umum DPP PPNI), yang mengangkat topik pada materi Perlindungan Hukum Bagi Perawat di Masa Pandemi. Dan narasumber terakhir adalah Hj. Yani Purwasih, S.K.M., M.Kes (Ketua Umum Ikatan Bidan Indonesia), yang mengangkat materi dengan topik Perlindungan Hukum Bagi Bidan di Masa Pandemi.

Moderator dan narasumber giant webinar dalam rangka peringatan HUT ke-23 RS Premier Bintaro.

Mengawali Giant Webinar tersebut,  CEO RS Premier Bintaro, dr. Martha M.L. Siahaan, MARS, MHKes., menuturkan bahwa Rumah sakit dan Tenaga Medis mempunyai peran krusial dalam menghadapi pandemi Covid-19. Hak atas perlindungan hukum bagi Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan sangat penting diperhatikan, agar kejadian yang merugikan selama bertugas dapat dihindari sehingga Rumah Sakit dan Tenaga Kesehatan dapat bekerja maksimal tanpa adanya tekanan.

Hasil seminar menyimpulkan bahwa, perlindungan hukum bagi tenaga kesehatan merupakan hak bagi rumah sakit dan tenaga kesehatan. Untuk mencegah proses hukum yang merugikan, serta untuk mendapatkan perlindungan hukum, rumah sakit dan tanaga kesehatan harus bekerja profesional dan patuh pada SOP dan standart yang telah ditentukan.

Sebelum menutup webinar tersebut, dr. Martha mengungkapkan, “Di luar negeri, seorang praktisi hukum menuntut dengan dengan bidang keilmuannya, tetapi di Indonesia, praktisi hukum bisa menuntut siapa saja meski tidak memiliki dasar keilmuan yang cukup pada tuntutannya. Belum lagi besarnya tuntutan yang diajukan, dulu pihak rumah sakit atau tenaga kesehatan hanya dituntut puluhan hingga ratusan juta saja, tetapi sekarang bisa mencapai puluhan miliar, tentu ini sudah menjadi sebuah tindak kekerasan. Yang memprihatinkan, rumah sakit dan tenaga kesehatan seringkali menjadi obyek unggahan di media sosial, padahal dampaknya bisa menghancurkan reputasi rumah sakit dan tenaga kesehatan tersebut yang telah dibangun selama bertahun-tahun, tentu saja ini harus menjadi perhatian kita,” ungkap dr. Martha.

Dokter Martha juga mengatakan bahwa di masa pandemi ini rumah sakit dan tanga kesehatan selalu mendapat tekanan yang luar biasa berat, padahal rumah sakit dan tenaga kesehatan telah berjuang mati-matian untuk meningkatkan pelayanan, tetapi dengan mudahnya orang melakukan tuntutan.

“Ini pernah dialami oleh RS Premier Bintaro. Dimana waktu itu ada pasien, yang diawal kedatangannya hasil tes PCR nya negatif, tetapi setelah 2 hari dirawat di RS Premier hasil tes PCR nya positif. Lalu pasien tersebut menuntut kami dengan mengatakan bahwa rumah sakitlah yang membuat pasien tersebut kerkena covid-19, padahal RS Premier Bintaro telah memberlakukan SOP protokol kesehatan yang sangat ketat dengan acuan dari Australia. Tentu ini menjadi kasus baru yang perlu didalami dengan seksama oleh para praktisi hukum yang kompeten di bidang kesehatan,” papar dr. Martha.

Tentang RS Premier Bintaro 

Rumah Sakit Premier Bintaro adalah runah sakit yang berada dibawah naungan Ramsay Sime Darby Health Care, yakni Rumah Sakit di 3 negara yaitu Indonesia, Malaysia, dan Hongkong. Di Indonesia Ramsay Sime Darby telah memiliki 3 Rumah Sakit yaitu RS Premier Bintaro, RS Premier Jatinegara, dan RS Premier Surabaya. Rumah Sakit Premier telah terakreditasi dalam skala nasional oleh KARS dengan status paripurna, dan skala internasional JCI dan HICMR.

Filosofi “People Caring for People”, mencerminkan komitmen terhadap peningkatan kualitas berkelanjutan – tanggung jawab untuk memberikan layanan berstandar internasional, juga untuk mengembangkan sumber daya manusia secara konsisten.

(Red/*)

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.