BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Kepala Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) Erika Retnowati menutup secara resmi Posko Nasional Sektor Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ramadan dan Hari Raya Idufitri (RAFI) 1445H/2024. BPH Migas mengapresiasi sinergitas stakeholder dalam pemantauan Posko Nasional Sektor ESDM yang dilaksanakan sejak tanggal 3 hingga 19 April 2024, sehingga seluruh kegiatan penyediaan dan penyaluran energi yaitu Bahan Bakar Minyak (BBM), Liquefied Petroleum Gas (LPG), Gas Bumi, serta antisipasi Bencana Geologi berjalan lancar dan aman.

“Sinergitas ini tentu saja bukan hanya internal anggota Posko saja, tetapi juga dengan stakeholder lainnya seperti Korlantas Polri terkait rute-rute yang dilakukan pembatasan ataupun titik-titik kemacetan, Kementerian Perhubungan baik Perhubungan Darat, Laut dan Udara terkait dengan peningkatan aktivitas pergerakan orang dengan transportasi umum maupun transportasi pribadi. Badan Pengatur Jalan Tol dan PT Jasa Marga terkait dengan jalur tol dan fasilitas rest area di ruas tol,” ujar Erika selaku Ketua Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2024 dalam konferensi pers penutupan Posko, di Kantor BPH Migas, Jakarta, Jumat (19/4/2024).

Melalui semangat kolaborasi dan sinergitas yang baik, kata Erika, Posko Nasional Sektor ESDM telah berjalan lancar dan masyarakat Indonesia dapat merayakan Ramadan dan Idulfitri 1445H/ 2024 dengan aman dan gembira.

Adapun hasil evaluasi selama Posko Nasional Sektor ESDM berlangsung, adalah sebagai berikut:

*1. BBM*

BPH Migas melaksanakan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran BBM harian, serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian BBM di Sumatera Utara, Sumatera Barat, Kepulauan Bangka Belitung, Lampung, Banten, Jawa Barat, D.I Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan Selatan, Sumatera Selatan, Bali, Kalimantan Timur, D.I. Aceh, Jambi, NTB, Sulawesi Tenggara, Bengkulu, dan lain-lain.

Ketersediaan dan penyaluran BBM secara umum dalam kondisi aman dengan coverage days (CD) berkisar antara 4 hingga 62 hari. Untuk BBM yang terbanyak dikonsumsi masyarakat yaitu Pertalite dan Solar, coverage days selama periode RAFI 2024 berkisar 20 hari.

BPH Migas bersama Badan Usaha Retail BBM telah menyiagakan sarana dan fasilitas penyaluran BBM, PT Pertamina Patra Niaga menyiagakan 115 Terminal BBM, 7.400 SPBU, dan 71 DPPU, serta layanan tambahan berupa SPBU Siaga, Kiosk Pertamina Siaga, Motorist, dan Mobil Tangki Standby dan 6 Serambi MyPertamina. PT AKR Corporindo Tbk menyiagakan 108 Penyalur, PT Aneka Pertroindo Raya (BP-AKR) menyiagakan 51 SPBU. Sedangkan Exxonmobil Lubricants Indonesia menyiagakan 2.695 Microsite, PT Shell Indonesia menyiagakan 215 SPBU, dan PT Vivo Energy Indonesia (VIVO) menyiagakan 39 SPBU.

“Penyaluran BBM tertinggi secara nasional untuk arus mudik terjadi pada tanggal 9 April 2024, dengan kenaikan gasoline 44,56% dari penyaluran normal, sedangkan untuk arus balik pertama terjadi pada tanggal 13 April 2024 dengan kenaikan gasoline 21,63% dari penyaluran normal dan arus balik kedua, terjadi pada tanggal 15 April 2024 dengan kenaikan gasoline 17,65% dari penyaluran normal. Adapun penyaluran selama periode Posko dibandingkan rata-rata penyaluran normal untuk gasoline naik sebesar 18,1% dan avtur naik sebesar 10,7%, sedangkan gasoil turun sebesar 26,6 %,” jelasnya.

*2. LPG*

Stok LPG selama Posko dinyatakan aman. Seluruh Agen serta Pangkalan LPG Tabung 3 Kg siaga beroperasi pada periode Satgas RAFI 2024. Kementerian ESDM melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Migas dan Pertamina menyiagakan 30 Terminal LPG, 723 SP(P)BE dan 5.027 Agen LPG. Agen LPG disiagakan 24 jam khusus pada wilayah dengan demand tinggi. “Selama periode Satgas RAFI 2024, coverage days stok LPG nasional rata-rata 15,45 hari,” lanjut Erika.

Penyaluran LPG selama periode Satgas RAFI 2024 dibandingkan rata-rata penyaluran normal naik 2,81%. Penyaluran LPG tertinggi selama periode Satgas RAFI 2024 terjadi pada tanggal 8 April 2023, yaitu sebesar 33.689 Metrik Ton (MT) atau naik sebesar 18,3% dari penyaluran normal sebesar 28.468 MT.

Ditjen Migas melaksanakan pemantauan volume stok dan realisasi penyaluran LPG harian, serta melakukan pengawasan lapangan untuk memantau kondisi penyediaan dan pendistribusian LPG, dengan hasil pengawasan penyaluran LPG aman dan lancar.

*3. Gas Bumi*

Secara umum, bidang gas bumi tidak mengalami kendala dan dalam keadaan aman. Sementara untuk penyaluran gas bumi, telah berhasil disalurkan kepada lebih dari 3.108 pelanggan komersial dan industri, 1.986 pelanggan kecil, 817.211 pelanggan rumah tangga (jargas), serta pelanggan power termasuk PLN Group dengan mengoptimalkan jaringan dan infrastruktur gas bumi lebih dari 32.343 km, 13 SPBG, 3 MRU dengan kapasitas sebesar 19.175 LSP serta 3 LNG terminal yang dikelola oleh PT PGN dalam kondisi handal dan aman, serta mengaktifkan Posko Satgas di semua area operasi.

Penyaluran gas tertinggi tanggal 3 April sebesar 902 BBTUD dan terendah tanggal 10 April (H-1) sebesar 599 BBTUD, penyaluran niaga gas pada H0 sebesar 638 BBTUD dan H+1 sebesar 647 BBTUD. “Perubahan volume penyaluran gas bumi pada periode RAFI ini dimitigasi dengan manajemen linepack untuk optimalisasi penyaluran gas bumi dapat dirasakan oleh masyarakat dengan nyaman dan aman,” lanjutnya.

*4. Listrik*

Kondisi pasokan untuk sistem kelistrikan di wilayah pengusahaan PT PLN umumnya berada pada kondisi ”pasokan listrik aman”. Kondisi kelistrikan pada tanggal 10 April 2024 pada saat perayaan Hari Raya Idulfitri, yaitu sebanyak 23 sistem dalam kondisi normal, dan 1 sistem dalam kondisi defisit (sistem Bau-bau). Pemadaman pada sistem Bau-bau saat beban puncak malam sebesar 1,33 MW, Sistem siaga pada beban puncak siang. Rincian Daya Mampu Pasok Nasional sebesar 52.454,77 MW dan Beban Puncak sebesar 31.213,56 MW.

*5. Geologi*

Selama periode Posko, terjadi kejadian kebencanaan Geologi, antara lain:

a. Gunung api: satu gunung api berstatus Awas (Ruang), Enam gunung api berstatus Siaga (Anak Krakatau, Ili Lewotolok, Marapi, Merapi, Semeru, Awu) dan enam belas gunung api bertatus Waspada (Banda Api, Bromo, Dempo, Dukono, Gamalama, Ibu, Karangetang, Kerinci, Lewotobi Laki-Laki, Lokon, Raung, Rinjani, Sangeangapi, Sinabung, Slamet, Soputan).

b. Gerakan tanah atau tanah longsor:

Terdapat 33 kejadian gerakan tanah pada jalur jalan dan lereng yang curam. Seluruh kejadian gerakan tanah sudah ditangani sebagian oleh Badan Geologi dan secara lokal telah ditangani oleh pemerintah daerah setempat.

Dampak dari gerakan tanah di Sulawesi Selatan (Tana Toraja) sempat memutuskan jaringan listrik ke lokasi terdampak dan sudah teratasi. Kejadian longsor juga memutus jalur tol Bocimi sehingga terganggunya jalur transportasi yang masih dialihkan ke jalur lain hingga saat ini. Dampak dari erupsi Gunung Api Ruang (Sulawesi Utara) membuat Bandara Sam Ratulangi di Manado ditutup.

c. Gempa bumi selama Posko, tercatat 227 kejadian gempa di atas skala 2.1 SR. Tiga kejadian gempa bumi dengan magnitudo >= 5.0, terdapat 20 gempa bumi terasa dengan magnitudo variatif antara 2.1-6.5. Selain itu, terdapat dua kejadian gempa bumi merusak di daerah Morotai Selatan (Pulau Doi), dan Jawa Timur (Kabupaten Tuban (Pulau Bawean).

Lebih lanjut, Erika memaparkan, berdasarkan hasil pemantauan pada sektor ESDM terdapat rekomendasi, antara lain agar Badan Usaha sektor BBM menjaga ketahanan stok BBM selama periode RAFI 2024, meningkatkan ketersediaan stok BBM dan menyiagakan SPBU kantong, motoris BBM dan SPBU siaga pada daerah dekat jalur wisata dan arus balik.

Selanjutnya, kondisi sarana dan fasilitas (sarfas) lembaga penyalur BBM dan LPG di daerah rawan terdampak bencana alam dalam kondisi aman, serta dapat beroperasi dengan baik. “Untuk mengantisipasi area sarfas dari dampak bencana yang lebih besar, maka petugas perlu disiagakan serta memonitor agar kegiatan penyediaan dan pendistribusian BBM dan LPG selama RAFI berjalan dengan lancer,” pungkas Erika.

Dalam kesempatan ini, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Bisnis Pertamina Patra Niaga Harsono Budi Santoso, mengatakan pihaknya senantiasa memenuhi kebutuhan BBM untuk para pemudik pada masa libur Lebaran 2024. Pertamina Patra Niaga juga siaga menjamin kebutuhan BBM selama puncak arus mudik Lebaran 2024 yang terjadi pada 5-7 April dan puncak arus balik Lebaran 2024 pada 15 April.

Sedangkan Vice President Pengendalian Operasi Sistem Ketenagalistrikan PT. PLN Nurdin Pabi menyampaikan, saat ini terdapat 1.299 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) yang mayoritas terletak di jalur mudik. Selama RAFI 2024, transaksi di SPKLU mencapai 11.000 atau 5 kali lipat dibandingkan transaksi tahun 2023 sebanyak 2.200 transaksi.

“Kenaikannya kurang lebih 5 kali lipat dibandingkan tahun 2023. Kemudian untuk dari sisi konsumsi energi atau kwh yang digunakan oleh masyarakat, pengguna mobil listrik juga naik tinggi 5,2 kali lipat, dari tahun lalu 43,2 mwh atau 43 ribu kwh menjadi 224,4 ribu kwh,” katanya.

Acara hari ini dihadiri juga oleh Komite BPH Migas Abdul Halim, Basuki Trikora Putra, Harya Adityawarman, Iwan Prasetya Adhi, serta Saleh Abdurrahman. Hadir pula, Sekretaris BPH Migas Patuan Alfon S., Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Tata Kelola Hilir Migas Mulyono, Tenaga Ahli Menteri ESDM Bidang Penegakan Hukum Sektor Hilir Migas dan Penanganan Radikalisme BJP (P) Hendriarto, Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas Sentot Harijady BTP Direktur Bahan Bakar Minyak BPH Migas, Direktur Pembinaan Usaha Hilir Minyak dan Gas Bumi Mustika Pertiwi, Direktur Teknik dan Lingkungan Ketenagalistrikan Mohamad Priharto Dwinugroho, dan Kepala Tim Kerja Gerakan Tanah PVMBG Badan Geologi Oktori Prambada, Badan Usaha serta instansi lainnya yang terlibat dalam pelaksanaan Posko Nasional Sektor ESDM RAFI 2024. (red/*)

Leave a Reply