BESTTANGSEL.COM – Guna mendorong percepatan pemberantasan tindak pidana korupsi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bersama Aparat Penegak Hukum (apgakum), menggelar pelatihan bersama, di Hotel Santika Premiere Bintaro, Tangerang Selatan, Senin (27/02/2017).

Kegiatan tersebut diikuti oleh 172 peserta dari berbagai institusi, yakni  penyidik Polda Banten, penyidik dan jaksa penuntut pada Kejaksaan Tinggi Provinsi Banten, auditor perwakilan BPKP Provinsi Banten, auditor BPK RI Perwakilan Provinsi Banten, penyidik Bareskrim polri, dua jaksa pada JAM Pidsus Kejaksaan Agung, pemeriksa/penyidik POM TNI, dua OJK, tiga penyidik KPK, Serta dua pemeriksa PPATK.

Acara pelatihan tersebut dibuka langsung oleh Menkopolhukam Wiranto, yang dihadiri juga oleh Panglima TNI, Jenderal  Gatot Nurmayanto dan Wakapolri Komjen Pol Syafruddin.

Ketua KPK Agus Rahardjo mengatakan, kegiatan ini dilakukan untuk mengatasi berbagai kendala dalam penanganan perkara tindak pidana korupsi dan pengembalian kerugian negara, khususnya di Banten.

“Peningkatan kapasitas penegak hukum ini diselenggarakan, mengingat perlu antisipasi modus korupsi yang kian canggih,” ujar Agus.

Selain Provinsi Banten, daerah yang kini dalam pengawasan lembaga anti-rasuah itu antara lain, Riau, Sumatera Utara, Jawa Tengah, Aceh, dan Papua. Meski dengan pertimbangan berbeda-beda, secara umum dia menyatakan bahwa efektivitas pengawasan internal yang ada didaerah patut ditinjau kembali.

“Sejumlah daerah itu hingga saat ini masih kita dampingi, penyebabnya memang diakibatkan oleh minimnya pengawasan internal yang ada di daerah tersebut,” terang Agus.

Oleh karena itu, lembaga tersebut kini tengah mematangkan usulan adanya penguatan sistem pengawasan internal dari Inspektorat yang ada di daerah. Dengan demikian, pengawasan berjenjang dapat dilakukan oleh pemerintah dalam memantau kinerja pegawainya secara keseluruhan.

 

Teks : iyar

Foto : iyar