pengembangbiakan nyamuk jantan Aedes aegypti melalui teknik TSM

pengembangbiakan nyamuk jantan Aedes aegypti melalui teknik serangga mandul

BESTTANGSEL.COM – Melalui Teknik Serangga Mandul (TSM) yang dikembangkan Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), virus penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) dapat dicegah penyebarannya dengan cara mengendalikan vektornya, yaitu nyamuk Aedes aegypti.

TSM adalah teknik yang digunakan untuk memandulkan nyamuk jantan dengan menggunakan radiasi sinar gamma. Tujuan dari teknik tersebut adalah menurunkan jumlah populasi nyamuk dengan cara menyebarkan nyamuk jantan pada habitatnya. Meskipun terjadi perkawinan antara nyamuk jantan dengan nyamuk betina, namun dari perkawinan tersebut tidak akan terjadi pembuahan. Dengan demikian, jumlah populasi nyamuk semakin lama akan semakin menurun.

Menurut Kepala BATAN, Djarot Sulistio Wisnubroto, TSM merupakan teknologi nuklir yang sudah lebih dari 50 tahun dipakai di seluruh dunia, yang awalnya untuk melawan lalat buah, ngengat dan serangga pengganggu lainnya.

“Teknologi ini kemudian dikembangkan oleh Badan Tenaga Atom Internasional untuk melawan penyakit berbasis virus yang dibawa nyamuk. Indonesia bersama Italia, China dan Mauritius dijadikan pionir untuk program ini,” ujar Djarot, saat menggelar konferensi press di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR) BATAN Pasar Jumat, hari ini (7/11).

Sementara itu , Ali Rahayu, peniliti BATAN mengatakan bahwa, TSM memiliki beberapa keunggulan dibandingkan dengan teknik lainnya. “Selain itu juga lebih murah, ramah lingkungan dan lebih mudah digunakan. Efektivitas penurunan populasi bisa mencapai 96,35% pada penyebaran nyamuk jantan minggu ke empat, dapat menahan munculnya kasus baru di atas 7 bulan, dan dapat menghilangkan keberadaan virus yang dianalisis pada tubuh nyamuk setelah pelepasan kedua.”

Ali juga mengatakan, metode TSM telah diaplikasikan di beberapa kota di Tanah Air,   di antaranya di Tangerang, Salatiga, Kabupaten Banjarnegara (Jateng) dan Bangka Barat (Bangka Belitung). Hasilnya, TSM mampu menurunkan populasi nyamuk hingga di atas 90%.

 

 

Teks : Ashri

Foto : Ashri