BESTTANGSEL.COM, TANGERANG -Memperingati HUT Ke-22 Siloam Hospitals Lippo Village (SHLV) Tangerang, tim Program Pengendali Resistensi Antibiotika (PPRA) SHLV menggelar seminar dan workshop di Ballroom Lantai 11 SHLV, Sabtu, (24/11).

Seminar yang mengangkat tema ‘update on sepsis: antimicrobial resistance, whose responsibility’ ini, diikuti lebih dari 110 peserta yang terdiri dari dokter umum, dokter spesialis, perawat serta para apoteker di beberapa rumah sakit di Jakarta dan Tangerang.

dr. Wibisono Sp.OT

Ketua Panitia Pelaksana seminar, dr Wibisono Sp.OT menjelaskan, “Tujuan diadakannya seminar dan workshop ini adalah untuk memahami penanganan sepsis dan mengajak seluruh tenaga kesehatan bersama-sama memerangi resistensi antibiotika, sekaligus juga untuk memperingati HUT ke-22 SHLV.”

Menurut dr. Wibisono, Siloam Hospitals sudah menerapkan pengendalian penggunaan antibiotika sebagai salah satu penyebab sepsis sejak tahun 2013.

“Pada 12 September 2012 dunia menyatakan sebagai hari sepsis sedunia, sementara pemerintah Indonesia baru mendengungkan bahaya penggunaan antibiotik pada 2015. Siloam Hospitals sendiri telah membentuk PPRA pada 2013, dan hingga kini masih terus mengupayakan mengatasi sepsis, yang salah satunya adalah dengan membatasi penggunaan antibiotika,” ungkap dr. Wibisono.

“Pemberian antibiotika untuk mengatasi sepsis atau membunuh kuman akan ada resistensinya yang bisa berakibat fatal. Untuk itu, Siloam Hospitals selalu berusaha mencari cara mengatasi pasien yang mulai dari infeksi ringan sampai shock sepsis,” pungkas dr. Wibisono.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.