BESTTANGSEL.COM, Tangsel- Pemerintah Kota Tangerang Selatan (Tangsel) memperkuat ekosistem kewirausahaan dengan mempertemukan pelaku UMKM dengan pemerintah, perbankan, lembaga pendidikan, inkubator bisnis, mentor hingga pengembang kawasan melalui Tangsel Entrepreneur Hub 2026.
Program tersebut diarahkan tidak hanya untuk memberikan pelatihan, tetapi juga membuka akses pemasaran dan pembiayaan bagi pelaku usaha agar dapat mengembangkan bisnis dan naik kelas.
Wakil Wali Kota Tangsel, Pilar Saga Ichsan, mengatakan Entrepreneur Hub menjadi salah satu upaya Pemkot Tangsel menghubungkan pelaku UMKM dengan berbagai pihak yang dapat mendukung perkembangan usaha.
“Jadi program Entrepreneur Hub ini merupakan sebuah cara kami melalui Dinas Koperasi UMKM. Bagaimana para pelaku UMKM ini mereka bisa saling terkoneksi dengan berbagai macam lembaga. Baik itu lembaga pendidikan, pemerintah pusat, pemerintah daerah, lembaga inkubator bisnis, perbankan dan lembaga permodalan lainnya,” kata Pilar usai membuka Tangsel Entrepreneur Hub 2026 di Gedung Galeri Koperasi dan UMKM, Lengkong Gudang, Serpong, Selasa (29/9/2026).
Menurut Pilar, koneksi antarpihak penting untuk memetakan pelaku usaha yang memiliki potensi sekaligus memberikan dukungan yang dibutuhkan, mulai dari pembinaan, pemasaran hingga permodalan.
“Supaya kita petakan para pelaku pengusaha di Kota Tangerang Selatan ini yang memiliki potensi yang baik. Untuk kita dorong supaya bisa naik kelas. Supaya mereka bisa memberikan kontribusi lebih nyata lagi bagi masyarakat,” ujarnya.
Pilar menegaskan, pengembangan UMKM tidak dapat dilakukan oleh pelaku usaha secara sendiri. Karena itu, diperlukan kolaborasi antara pemerintah daerah, DPRD dan berbagai pemangku kepentingan.
“Nah, ini mereka tidak mungkin bekerja sendiri. Mereka butuh didukung oleh peran pemerintah daerah, tadi DPRD dan semua stakeholder yang ada,” katanya.
Dukungan Pemkot Tangsel diberikan melalui berbagai program, seperti pelatihan, channeling dengan pihak terkait, pemasaran hingga pendampingan sertifikasi.
Pilar juga mendorong pelaku UMKM memanfaatkan platform digital untuk memperluas jangkauan pemasaran. Menurutnya, perkembangan teknologi membuat pelaku usaha tidak lagi bergantung pada pola perdagangan konvensional.
“Nah, ini pelatihannya itu bagaimana pemasaran online-nya, bagaimana bikin konten yang bagus terhadap produknya. Jadi sekarang itu sebetulnya tidak terpaku, harus seperti konvensional dulu. Dagang itu harus di pasar, di mal-mal. Mereka bisa di mana saja, everywhere,” terangnya.
Pemkot Tangsel juga berencana membentuk forum kewirausahaan tingkat kota yang mempertemukan pelaku usaha dengan inkubator bisnis, mentor, coach, pemerintah, perbankan hingga pengembang kawasan.
“Nah, ini ada forum yang khusus mempersatukan para inkubator bisnis, para pelaku usaha, lalu para mentor, para coach di situ. Lalu juga pemerintah daerah, pemerintah pusat, lalu perbankan, lalu juga para pengembang, pengembang kawasan, untuk sama-sama kita pikirkan,” jelas Pilar.
Sementara itu, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kota Tangsel, Bachtiar Priyambodo, mengatakan Entrepreneur Hub menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan sekaligus membangun akses pasar dan pembiayaan bagi UMKM.
“Ya, hari ini salah satu upaya kita untuk meningkatkan kualitas untuk pembinaan UMKM kita membentuk hub and channeling-nya. Ya, kita melibatkan semua stakeholder yang terlibat dalam pembinaan dan penampilan UMKM,” kata Bachtiar.
Sebagai tindak lanjut program tersebut, Pemkot Tangsel akan membuka pendaftaran bagi 50 calon wirausaha muda. Mereka akan mendapatkan pembinaan, pendampingan, pelatihan dan mentoring.
“Tindak lanjut dari kegiatan ini nanti kita juga akan melakukan pembinaan untuk wirausaha-wirausaha pemula dan pemuda. Nanti kita akan membuka pendaftaran secara terbuka untuk 50 calon wirausaha muda untuk kita lakukan pembinaan, pendampingan, pelatihan dan mentoring,” ujarnya.
Setelah mengikuti tahapan pembinaan, para peserta akan diarahkan mengikuti business matching. Kegiatan ini ditujukan untuk mempertemukan pelaku usaha dengan pihak yang dapat membuka akses pemasaran maupun pembiayaan.
“Selanjutnya nanti kita akan lakukan business matching. Kita matchingkan dengan baik pemasaran maupun pembiayaan untuk membuka akses pasar dan untuk membuka akses permodalan. Itu yang kita lakukan,” terang Bachtiar.
Berdasarkan data kerja sama Kementerian Koperasi dan UKM dengan Badan Pusat Statistik (BPS) pada 2023, jumlah pelaku UMKM di Kota Tangsel mencapai sekitar 144 ribu usaha. Dari jumlah tersebut, sekitar 141 ribu di antaranya merupakan usaha mikro.
“Di Tangerang Selatan berdasarkan satu data yang tadi sampai dengan Pak Ginda, kita tadinya ada satu data itu data yang merupakan kerja sama Kementerian Koperasi UMKM pada saat itu 2023 akhir. Pada saat itu mereka kerja sama dengan BPS. Di Tangsel ada sekitar 144 ribu sekian, dan 141 ribunya adalah bergerak di usaha mikro,” pungkasnya. (Red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.