BESTTANGSEL.COM, TANGSEL – Wali Kota Tangerang Selatan (Tangsel) Benyamin Davnie mengajak para pelajar untuk menjaga kesehatan mental dengan membangun karakter positif, memanfaatkan masa sekolah untuk belajar, serta bijak dalam menentukan lingkungan pergaulan.
Pesan tersebut disampaikan Benyamin dalam Kegiatan Kampanye dan Penggerakan Masyarakat Hidup Sehat dengan tema Kesehatan Mental di SMAN 1 Tangerang Selatan, Jumat (18/9/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Benyamin menekankan bahwa kesehatan mental tidak terlepas dari bagaimana seseorang membentuk dirinya, mengambil keputusan, dan menghadapi berbagai pengaruh di lingkungan sekitar. Menurutnya, masa remaja merupakan periode penting untuk membangun nilai dan karakter yang akan dibawa hingga dewasa.
Benyamin menggambarkan kehidupan setiap anak seperti selembar kertas kosong yang dapat diisi dengan berbagai nilai positif. Ia mendorong para pelajar untuk mengisinya dengan ilmu pengetahuan, kejujuran, sopan santun, serta nilai-nilai kehidupan lainnya.
“Tapi kalau kertas kosong ini kemudian kita isi dengan tulisan Al-Qur’an, dan dari alif sampai terakhir, maka ini jadi punya nilai. Kalau kertas kosong ini kita isi dengan ilmu pengetahuan, maka kertas ini punya nilai, ilmu pengetahuan,” ujar Benyamin.
Ia mengatakan, nilai seseorang tidak hanya ditentukan oleh prestasi akademik, tetapi juga karakter dan sikap dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, para pelajar diminta menggunakan waktu di masa sekolah untuk terus belajar sekaligus membangun kepribadian.
“Hidup kamu masih puluhan tahun ke depan. Setiap jam, setiap menit, setiap tahun adalah hal yang sangat berharga,” nasihat Benyamin saat berbincang dengan salah satu siswa di lokasi.
Benyamin juga mengingatkan pentingnya memilih lingkungan pergaulan yang baik. Menurutnya, keputusan yang diambil seorang anak dapat dipengaruhi oleh lingkungan, sehingga pelajar perlu mampu menjaga diri dan mempertimbangkan dampak dari setiap tindakan.
Ia mencontohkan pengalamannya ketika mendatangi Polsek Ciputat dan mendapati seorang anak seusia pelajar harus berurusan dengan hukum setelah terpengaruh ajakan teman untuk terlibat dalam aksi tawuran.
Menurut Benyamin, pengalaman tersebut menjadi pengingat bahwa lingkungan pergaulan dapat memengaruhi perjalanan masa depan seorang anak. Karena itu, ia meminta para pelajar tidak mudah terbawa ajakan yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
“Jangan pernah sia-siakan pengorbanan para orang tua, termasuk para guru-guru di sini,” ujarnya.
Dalam kegiatan tersebut, Benyamin juga mengajak para siswa untuk menyayangi orang tua dan guru serta menjadikan sekolah sebagai tempat untuk menimba ilmu, membangun karakter, dan mempersiapkan masa depan.
Ia membayangkan para pelajar yang ditemuinya hari ini kelak dapat mengisi berbagai posisi penting sesuai bidang yang mereka pilih, termasuk menjadi pemimpin di pemerintahan maupun menjalani profesi lainnya.
“20 tahun lagi aku tunggu kamu di Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Gak tahu kamu menjadi apa. Tapi 20 tahun lagi kamu yang akan menggantikan saya sebagai Wali Kota Tangerang Selatan, atau menjadi jenderal, atau menjadi kepala sekolah di sini. Jadi apa pun, jadilah orang yang bernilai,” kata Benyamin.
Benyamin menegaskan bahwa setiap pelajar memiliki kesempatan untuk menentukan arah kehidupannya. Karena itu, ia mengajak para siswa mulai mengenali dan membangun nilai-nilai positif dalam diri sebagai bagian dari proses mempersiapkan masa depan.
“Semua keputusannya dari kamu. Karena kamulah pemimpinnya,” tuturnya. (Red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.