BESTTANGSEL.COM, Tangerang – Universitas Multimedia Nusantara (UMN), berkolaborasi dengan Google for Education Indonesia, resmi menghadirkan AI Learning Center UMN sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan kompetensi di bidang kecerdasan artifisial (Artificial Intelligence/AI). Kehadiran AI Learning Center UMN ini menjadikan UMN sebagai perguruan tinggi pertama di Jabodetabek yang memiliki pusat pembelajaran AI hasil kolaborasi dengan Google for Education Indonesia.
Kolaborasi UMN dan Google for Education Indonesia dalam menghadirkan AI Learning Center UMN menjadi langkah strategis untuk mengimplementasikan AI secara menyeluruh di lingkungan pendidikan. Sebagai fasilitas pembelajaran, AI Learning Center ini menjadi salah satu wujud komitmen UMN dalam mengintegrasikan AI tidak hanya sebagai alat (tools) penunjang pembelajaran, tetapi juga ke dalam kurikulum. Lebih dari itu, UMN turut mengimplementasikan pemanfaatan AI untuk mendukung aspek keberlanjutan melalui kurikulum yang dirancang dengan pendekatan Sustainability for AI.
“Kami memandang AI sebagai suatu pengembangan di masa depan, dan melihat UMN menyambut kehadiran serta mengimplementasikan AI pada pembelajaran tentu menjadi positif serta suatu hal yang dapat dikolaborasikan bersama. Kita harus tahu bahwa teknologi ini sudah menjadi bagian dalam kehidupan manusia saat ini. Nantinya tentu Google for Education dan UMN memiliki potensi kolaborasi lebih banyak dan luas lagi”, ucap Olivia Husli Basrin selaku Country Lead, Google for Education Indonesia dan Malaysia.
Bagi Olivia, AI Learning Center menjadi bagian dalam komitmen Google untuk menyiapkan talenta dan inovator masa depan. Ia melihat lewat AI Learning Center dapat menjadi akselerasi pelatihan, pembelajaran hingga riset, dan lebih dari sekedar tools AI Learning Center diharapkan bisa melatih pemikiran kritis mahasiswa nantinya.
“Saya harap, kehadiran AI Learning Center dapat mendukung Tri Dharma Perguruan Tinggi, tidak hanya memberikan pengetahuan baru pada mahasiswa tapi juga mendorong riset serta berdampak dan memecahkan masalah untuk masyarakat sekitar”, tutup Olivia.
Peresmian AI Learning Center ini juga direspon positif oleh Ketua Yayasan Multimedia Nusantara, Ir. Teddy Surianto. Baginya, kolaborasi antara UMN dan Google for Education turut mendukung kedua belah visi yakni mencerahkan masyarakat (enlighten people).
“AI merupakan bahasa baru dan suatu inovasi teknologi, tidak hanya berlaku pada bidang komputasi atau teknik saja, tapi berguna dan bermanfaat di berbagai bidang. Tentunya, kehadiran AI Learning Center diharapkan bisa membantu dan memfasilitasi keempat fakultas di UMN dan diharapkan bisa mendukung visi UMN juga perguruan tinggi yang unggul pada bidang ICT”, sambut Teddy.
Lebih lanjut, Rektor UMN, Dr. Andrey Andoko juga turut menyampaikan rasa bangganya atas hasil kolaborasi antara Google for Education dan UMN. Andrey menegaskan, ini menjadi bagian dengan apa yang telah dilakukan UMN sejak tahun lalu yakni mengimplementasikan AI pada pembelajaran untuk menyiapkan masa depan mahasiswa, karyawan, dan dosen UMN. Baginya, edukasi terkait AI menjadi penting, tidak hanya menumbuhkan tanggung jawab dan etika penggunaan AI saja tapi juga kemampuan manusia (human skills).
“Saya harap, dengan adanya fasilitas AI Learning Center tidak hanya menyiapkan kompetensi teknologi saja. Lebih dari itu, diharapkan lewat AI Learning Center bisa menjadi wadah untuk civitas akademika UMN mengembangkan kemampuan yang tidak dimiliki oleh AI mulai dari komunikasi, critical and creative thinking, empati, serta karakter yang baik. Diharapkan juga lewat AI Learning Center, UMN bisa berdampak baik untuk masyarakat luas”, ucap Andrey.
AI Learning Center UMN dirancang dengan berbagai fasilitas yang dapat digunakan oleh seluruh sivitas akademika UMN. Di mana nantinya dapat dimanfaatkan untuk mendukung dan mempercepat kegiatan dan proses belajar-mengajar. Kolaborasi ini juga dapat memberikan program pelatihan dan sertifikasi yang memberi mahasiswa sertifikat yang diakui secara global.
Nantinya, fasilitas AI Learning Center akan terbagi menjadi tiga, serta dilengkapi dengan Chromebook dengan spesifikasi yang disesuaikan dengan masing-masing zonasi yang tersedia.
Training Zone : Sebagai pusat aktivitas edukasi serta pelatihan, dengan kapasitas hingga 30 peserta. Fasilitas ditujukan untuk mendukung kegiatan pembelajaran, pelatihan dan sertifikasi, hingga workshop.
Research Zone : Area kerja terbuka yang ditujukan untuk mendukung baik riset mandiri maupun kelompok. Area ini mendukung pemrosesan AI intensif baik secara lokal berbasis cloud, analisa data, hingga riset visual kreatif.
Focus Zone : Area tertutup dan membutuhkan konsentrasi tinggi. Ditujukan untuk mendukung kegiatan analisa data skala besar, pelatihan model Machine Learning yang kompleks, riset yang melibatkan Vertex AI, aktivitas penulisan akademik, analisis data sensitif yang memerlukan privasi penuh. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.