BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Dalam momentum Hari Jantung Sedunia, dr. Daniel Tanubudi, SpJP-FIHA, Spesialis Jantung & Pembuluh Darah Eka Hospital BSD, mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap aritmia jantung, salah satu gangguan irama jantung yang sering terabaikan namun berpotensi berbahaya. Hal tersebut dipaparkannya kepada sejumlah awak media pada Jumat, (26/9) di BSD City.

Apa itu Aritmia?

Aritmia adalah kondisi ketika irama jantung tidak normal, bisa terlalu cepat (takikardia), terlalu lambat (bradikardia), atau tidak beraturan. Gangguan ini terjadi akibat sinyal listrik jantung tidak bekerja sebagaimana mestinya.

Beberapa jenis aritmia yang umum terjadi, antara lain:

Fibrilasi atrium (AFib): irama cepat dan tidak teratur, meningkatkan risiko stroke.

Takikardia supraventrikular (SVT): detak jantung sangat cepat dari bilik atas.

Bradikardia: detak jantung lambat, di bawah 60 denyut per menit.

Ventricular fibrillation (VFib): irama kacau dari bilik bawah jantung yang bisa menyebabkan henti jantung mendadak.

Gejala yang Sering Diabaikan

Gejala aritmia kerap dianggap sepele, padahal bisa menjadi tanda bahaya, seperti: Jantung berdebar tidak beraturan, pusing hingga pingsan, nyeri dada, sesak napas, hingga kelelahan tanpa sebab jelas.

Faktor Risiko

Aritmia dapat dipicu oleh berbagai faktor, di antaranya:

Gaya hidup: konsumsi kafein berlebih, alkohol, merokok, stres kronis.

Genetik: riwayat keluarga dengan penyakit jantung.

Penyakit penyerta: hipertensi, diabetes, penyakit tiroid, hingga jantung koroner.

Perbedaan Aritmia Ringan dan Berat

Tidak semua aritmia berbahaya.

Ringan: biasanya tidak menimbulkan gejala parah.

Berat: seperti ventricular fibrillation yang dapat menyebabkan henti jantung mendadak.

Diagnosis tepat memerlukan pemeriksaan EKG dan tes penunjang lainnya.

Pentingnya Gaya Hidup Sehat

dr. Daniel menegaskan, pengobatan aritmia tidak hanya mengandalkan obat-obatan. Olahraga teratur, pola makan sehat rendah lemak, gula, dan garam, serta menjaga berat badan sangat berperan menjaga stabilitas irama jantung dan mencegah komplikasi.

Konsultasi Sejak Dini

Jika mengalami gejala mencurigakan, masyarakat diimbau segera berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung. Deteksi dan penanganan dini menjadi kunci mencegah risiko serius.

Untuk informasi dan konsultasi lebih lanjut, pasien dapat menemui dr. Daniel Tanubudi, SpJP-FIHA di Eka Hospital BSD. (Red/*)

Leave a Reply