BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional pada 2 Mei serta mengenang jasa Bapak Pendidikan Nasional, Ki Hadjar Dewantara, momen ini menjadi ajakan refleksi bagi keluarga Indonesia akan pentingnya pendidikan dalam membentuk karakter anak bangsa. Salah satu tantangan yang dihadapi para orang tua adalah meningkatnya biaya pendidikan dari tahun ke tahun.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa pada tahun 2024, uang pangkal sekolah swasta mengalami kenaikan rata-rata 10–15% per tahun. Namun, sebagian besar keluarga Indonesia belum memiliki dana khusus untuk pendidikan anak. Survei Katadata Insight Center untuk Astra Life pada September 2021 menunjukkan bahwa 67,7% responden belum menyiapkan dana pendidikan anak. Jika kondisi ini terus berlangsung, akses dan keberlanjutan pendidikan anak di masa depan bisa terganggu.
Windy Riswantyo, Marketing, Alternate & Direct Business Group Head Astra Life, menyampaikan, “Perencanaan keuangan yang baik, termasuk menyiapkan dana pendidikan sejak dini, adalah kunci untuk memastikan masa depan anak tetap terjaga di tengah ketidakpastian ekonomi. Kami mengajak keluarga muda Indonesia untuk mulai mengurangi gaya hidup konsumtif dan lebih memprioritaskan investasi jangka panjang, khususnya dalam pendidikan anak, agar mimpi mereka tidak terhambat karena kesalahan pengelolaan keuangan.” Sabtu, (3/4).
Berikut tiga tips penting dari Astra Life bagi keluarga Indonesia dalam menyiapkan dana pendidikan anak:
1. Kurangi Impulsif dan Gaya Hidup Konsumtif
Di era digital, banyak keluarga muda terdorong mengikuti tren konsumsi akibat fenomena FOMO (fear of missing out) dan tekanan sosial, terutama melalui media sosial. Pola konsumsi masyarakat Indonesia telah bergeser—pengeluaran untuk hiburan meningkat dari 0,22% pada 2014 menjadi 0,38% pada 2024, menurut data BPS.
Tidak salah memenuhi kebutuhan hiburan, namun perlu bijak dan disesuaikan dengan kondisi keuangan. Kebiasaan konsumtif bisa mengalihkan dana yang seharusnya digunakan untuk pendidikan anak. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk membangun kesadaran finansial, membedakan antara kebutuhan dan keinginan, mengurangi paparan media sosial yang memicu konsumsi berlebihan, menetapkan anggaran yang realistis, serta berdiskusi dengan pasangan tentang prioritas keuangan.
2. Pilih Instrumen Keuangan yang Pasti
Fokus finansial keluarga sering terpecah untuk kebutuhan jangka pendek tanpa alokasi khusus untuk pendidikan anak. Dalam situasi tertentu seperti kehilangan pencari nafkah atau krisis ekonomi, keluarga tanpa perlindungan finansial bisa kehilangan kemampuan membiayai pendidikan anak.
Sebagai solusi, Astra Life menghadirkan AVA Proteksi Pasti, produk asuransi jiwa dwiguna yang memberikan:
1. Perlindungan terhadap risiko meninggal dunia dan penyakit kritis (Terminal Illness)
2. Manfaat tahapan hingga 300% dari total Premi Asuransi Dasar
3. Pilihan masa pembayaran premi (3, 5, 10, atau 15 tahun) dan masa pembayaran manfaat tahapan tunai (5, 10, atau 15 tahun)
Produk ini memberikan kepastian:
1. PASTI ada Manfaat Akhir Pertanggungan
2. PASTI dapat Manfaat Tahapan hingga 300%
3. PASTI bebas pilih masa pembayaran Manfaat Tahapan
Disertai pula manfaat tambahan seperti:
AVA Death Premium Waiver: pembebasan premi jika pemegang polis meninggal dunia
AVA Total Permanent Disability Premium Waiver: pembebasan premi jika mengalami cacat total dan tetap.
AVA Critical Illness Premium Waiver: pembebasan premi jika terkena salah satu dari 34 penyakit kritis
3. Tentukan Jenjang Pendidikan Anak
Hitung kebutuhan dana pendidikan berdasarkan jenjang dari TK, SD, SMP, SMA hingga Perguruan Tinggi. Pilih jenis sekolah (swasta atau negeri) sesuai kondisi ekonomi keluarga. Proyeksikan biaya tahunan dengan mempertimbangkan inflasi 10–15% per tahun.
Perhatikan juga jarak usia antar anak untuk mempermudah perencanaan. Pisahkan dana pendidikan dari tabungan lainnya dan sisihkan secara rutin serta disiplin, salah satunya melalui instrumen asuransi dwiguna. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.