BESTTANGSEL.COM, Jakarta – Peran pencari nafkah keluarga sering dikaitkan dengan peran kepala keluarga. Namun, di tengah tantangan ekonomi yang kian kompleks, realitasnya perempuan kini ikut mengambil peran krusial dalam menopang stabilitas finansial rumah tangga melalui dunia kerja.
Partisipasi perempuan dalam dunia kerja terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Agustus 2025, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) perempuan di Indonesia mencapai 56,63%. Meski hanya mengalami kenaikan tipis sebesar 0,21% dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya (56,42%), angka ini menunjukkan bahwa keterlibatan perempuan di pasar kerja tetap berada dalam tren positif. Kendati demikian, ketimpangan gender masih terlihat nyata mengingat TPAK laki-laki berada jauh di atasnya, yakni pada angka 84,40%.
Semangat perempuan Indonesia dalam mendukung ekonomi rumah tangga tersebut merupakan manifestasi modern dari nilai-nilai yang diperjuangkan oleh R.A. Kartini. Oleh karena itu, peringatan Hari Kartini setiap tanggal 21 April menjadi momentum penting bagi perempuan Indonesia untuk merefleksikan kembali perjuangan dalam memperoleh kesetaraan hak, termasuk hak untuk berdaya secara ekonomi dan berkontribusi bagi kesejahteraan keluarga serta bangsa.
Kurniasari S. Pranoto CFP®, selaku Marketing, Corporate Communication, Literacy & Inclusion Department Head Astra Life, mengatakan, “Kami mengapresiasi semangat perempuan Indonesia dalam mendukung perekonomian keluarga. Tentu tidak mudah untuk dapat bekerja sekaligus mengurus keluarga. Namun, dengan kondisi tersebut, kami mengajak perempuan pekerja untuk memperhatikan kondisi kesehatan fisik, mental, serta kesehatan finansial di masa mendatang dengan memiliki perlindungan asuransi jiwa untuk mengamankan finansial keluarga.”
Astra Life membagikan 5 tips amankan finansial di masa depan sebagai berikut:
1. Evaluasi kembali anggaran keuangan bulanan. Perempuan pekerja dapat mengevaluasi setiap pengeluaran. Perhatikan kembali pengeluaran yang dinilai kecil tetapi sering dilakukan sehingga membuat boros. Kurangi pos keuangan tersebut, siasati dengan penambahan buffer untuk kebutuhan tak terduga, dan tetapkan target anggaran yang realistis.
2. Cek kembali rencana anggaran yang telah dibuat setiap awal bulan dan bandingkan dengan pengeluaran, baik dari suami maupun istri. Ke depannya, upayakan agar pengeluaran tidak melebihi anggaran yang telah ditetapkan. (Red/rlls)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.