BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Foodbank of Indonesia hadir untuk mengatasi kesenjangan pangan di masyarakat, dan pada Ramadan 1442 Hijriah ini bergerak melalui Gerakan Mereka Butuh Kita (GMBK) untuk membantu korban bencana alam. PT. Heinz ABC Indonesia (Heinz ABC) dengan merk ABC yang telah menemani keluarga Indonesia sejak 1975 pun mendukung gerakan tersebut melalui program sosial yang dimulai sejak Ramadan tahun lalu, yaitu Gerakan ABC berbagi Kebersamaan Ramadan
dengan Korban Bencana Alam. Dalam gerakan itu, ABC mendonasikan sebanyak 110000 paket bantuan pangan di 15 wilayah di Pulau Jawa yang terdampak bencana.

Berdasarkan data dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Indonesia
telah mengalami lebih dari 800 bencana alam pada periode Januari hingga Maret 2021 seperti gempa hingga banjir. Hal tersebut berdampak bagi 4.138.853 penduduk Indonesia khususnya yang berada di Pulau Jawa. Tidak sedikit dari mereka yang terdampak bencana mengalami kerugian dan kehilangan yang mendalam. Foodbank of Indonesia (FOI) sebagai salah satu organisasi sosial yang membantu masyarakat dengan membuka akses pangan pun bergerak secara kolaboratif untuk membantu meringankan beban korban bencana alam.

Berkat dukungan dari berbagai pihak seperti PT. Heinz ABC Indonesia, PT. Tiki Jalur Nugraha Ekakurir (JNE), serta para relawan di berbagai daerah yang membuat 110000 paket bantuan pangan dapat tersalurkan secara tepat sasaran di wilayah Jakarta dan Jawa Timur. Gerakan ABC Berbagi Kebersamaan Ramadan dengan Korban Bencana Alam membantu dan memastikan ketersediaan paket bantuan pangan.

Masyarakat dapat berpartisipasi dalam gerakan ini dengan membeli produk ABC di Alfamart dan Alfamidi. Setiap pembelian produk ABC pada periode 1 April – 15 Mei, masyarakat turut menyumbangkan Rp. 1000,- untuk berbagi kebersamaan kepada para korban bencana di Pulau Jawa Awal bulan April lalu, di mana gempa berkekuatan magnitudo 6,7 telah mengguncang salah satu Kabupaten Malang, Jawa Timur. Gempa susulan pun terjadi keesokan harinya. Bersyukur gempa susulan terjadi dengan kekuatan yang lebih rendah. Salah satu desa yang terdampak gempa adalah Desa Majangtengah, Kecamatan Dampit, Kabupaten Malang. Warga di 6 RT ini harus merasakan dampak dari gempa yang terjadi.

Relawan FOI yang terjun langsung ke Desa Majangtengah menyampaikan bahwa sebagian warga desa harus tinggal di hunian sementara (Huntara) yang terbuat dari terpal dan sebagian harus mengungsi di rumah warga yang mengalami kerusakan ringan. Selain gempa donasi pun diberikan kepada korban bencana banjir di Kabupaten Probolinggo salah satunya di Desa Dringu. Banjir di desa tersebut terjadi tiap tahunnya namun tahun ini banjir disertai pula dengan lumpur akibat tanggul jebol dengan ketinggian hingga dada orang dewasa.

Hingga saat ini warga masih dalam tahap pemulihan dan masih berupaya membersihkan pemukiman dari lumpur. Salah satu penerima donasi dan korban bencana banjir yaitu Ibu Yatmi menyampaikan rasa kesedihan yang mendalam atas banjir yang terjadi, karena perabotan rumahnya harus rusak ditambah banjir terjadi ketika kondisi perekonomiannya menurun akibat pandemi. Selain itu, ia dan keluarganya harus sampai mengungsi ke salah satu sekolah terdekat.

“Banjir terjadi memang tidak lama namun, dampak yang ditimbulkan sangatlah merugikan karena banyak barang saya yang rusak dan hanyut padahal kondisi ekonomi keluarga saya sedang menurun dan untuk membersihkan lumpurnya sendiri butuh waktu hingga saat ini belum benar-benar bersih,” ungkap Ibu Yatmi,
salah satu korban banjir di Probolinggo.

Proses penyaluran dilakukan door to door oleh relawan FOI setiap daerah agar memastikan setiap mereka yang berhak mendapatkan bantuan berupa donasi paket bantuan pangan. Penerima manfaat di Kabupaten Malang dan juga Probolinggo pun sangat antusias dan bersyukur atas bantuan donasi yang diberikan.
Gerakan ini pun menjadi bentuk kolaborasi sesuai dengan kompetensi dan bidangnya masing-masing untuk saling bahu-membahu membantu korban bencana alam.

Hendro Utomo, pendiri Foodbank of Indonesia melalui siaran persnya hari ini, Selasa (25/05) mengatakan, dengan adanya kegiatan ini dapat meringankan beban mereka yang terdampak bencana serta menunjukkan bahwa dengan semangat kebersamaan dapat memberikan dampak yang besar khususnya bagi saudara-saudara kita yang membutuhkan.

“Adanya gotong royong antara lembaga masyarakat, pemerintah, dunia usaha dan masyarakat dalam kegiatan ini serta pergerakan ribuan relawan membantu ribuan korban terdampak bencana alam merupakan modal sosial yang akan kembali membangkitkan saudara-saudara kita sekaligus membangun harapan mereka,” harap Hendro.

“Saya mengucapkan terima kasih atas kontribusi luar biasa yang telah diberikan oleh PT. Heinz ABC Indonesia dan JNE serta seluruh relawan yang berjuang tak kenal lelah,” imbuhnya.

Kolaborasi ini adalah langkah yang tepat khususnya ditunjukkan bagi para korban bencana alam di tengah kondisi pandemi COVID-19 dan bertepatan dengan datangnya bulan Ramadan. “Kami melihat situasi yang menantang terus terjadi di masa pandemi bagi keluarga Indonesia, apalagi saat itu kita sudah memasuki bulan Ramadan. Banyaknya daerah di Indonesia, terutama di Pulau Jawa, yang terkena bencana alam disaat belum berakhirnya pandemi, menjadi periode yang menantang sepanjang kuartal pertama 2021.

“Melalui program ini kami ingin membantu keluarga Indonesia yang tertimpa bencana, apalagi Ramadan merupakan momen yang tepat untuk melanjutkan komitmen kami untuk Indonesia yang lebih baik dan kami juga mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk mendukung gerakan ini,” tutup Steven Debrabandere, Presiden Direktur PT Heinz
ABC Indonesia.

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.