BESTTANGSEL.COM, TANGSEL– Pengurus Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia (KLPI) DPC Kota Tangerang Selatan periode 2026-2030, resmi dikukuhkan dan dilantik di Ruang Blandongan, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan, Rabu (29/7/2026). Pelantikan diikuti sekitar 100 anggota KLPI se-Tangsel dan dihadiri Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan Heli Selamet, Ketua Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (KORMI) Kota Tangsel Zulfa Sungki Setiawati, serta Anggota DPRD Provinsi Banten Cut Mutia.

Momentum pelantikan yang juga diisi dengan sosialisasi senam KLPI tersebut, menjadi langkah untuk memperkuat peran organisasi dalam meningkatkan kualitas hidup lansia dan pralansia melalui kegiatan kebugaran, sosial, hingga pemberdayaan agar tetap sehat, mandiri, dan produktif di tengah meningkatnya angka harapan hidup masyarakat.

Ketua KLPI Kota Tangerang Selatan, Yepi Suherman, menjelaskan kepengurusan KLPI di Tangsel sebenarnya telah terbentuk sekitar lima tahun lalu. Ia kini melanjutkan estafet kepemimpinan setelah sebelumnya organisasi dipimpin Eni Rohaeni.

Menurut Yepi, fokus utama KLPI adalah mengajak para pralansia dan lansia agar tidak hanya berdiam diri di rumah, tetapi tetap aktif berolahraga dan bersosialisasi.

“Kami mengajak para pralansia dan lansia untuk tetap bergerak. Salah satunya melalui senam yang juga melatih koordinasi otak kiri dan kanan sehingga diharapkan dapat membantu menjaga fungsi kognitif dan mencegah kepikunan,” ujarnya.

Ia mengatakan kegiatan senam rutin dilaksanakan setiap pekan dan terbuka bagi masyarakat yang ingin bergabung. Saat ini jumlah anggota yang tercatat mencapai lebih dari 200 orang, meski organisasi masih terus memperluas jangkauan hingga ke tingkat kelurahan dan kecamatan.

Selain senam, KLPI juga aktif berkolaborasi dengan kegiatan Pos Pembinaan Terpadu (Posbindu) sebagai upaya mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya menjaga kesehatan melalui aktivitas fisik secara rutin.

Yepi mengungkapkan, Kota Tangerang Selatan memiliki sekitar 1,4 juta penduduk dengan jumlah lansia diperkirakan mencapai 13 persen atau sekitar 180 ribu jiwa. Kondisi tersebut menjadi tantangan sekaligus peluang untuk membangun komunitas lansia yang sehat dan produktif.

“Banyak lansia yang merasa dirinya sudah tidak berguna sehingga mudah mengalami penurunan semangat. Padahal mereka masih memiliki pengalaman, kebijaksanaan, dan potensi besar untuk terus berkontribusi bagi pembangunan daerah,” katanya.

Karena itu, KLPI terus mendorong sinergi dengan berbagai perangkat daerah, seperti Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Dispora, hingga berbagai organisasi masyarakat agar program pembinaan lansia dapat berjalan lebih optimal.

“Kami ingin para lansia tetap aktif, kreatif, mandiri, dan sehat. Usia harapan hidup masyarakat Tangsel sudah tinggi, sehingga masa hidup yang lebih panjang ini harus dimanfaatkan dengan kegiatan yang positif,” tambahnya.

Sementara itu, Ketua Umum KLPI, Nenden Muchtar, menegaskan bahwa visi organisasi adalah mewujudkan lansia yang sehat, tangguh, cerdas, mandiri, aktif, produktif, bermartabat, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Menurutnya, menjadi lansia merupakan anugerah yang patut disyukuri karena tidak semua orang memiliki kesempatan menikmati usia panjang.

“Menjadi tua adalah anugerah, hadiah, sekaligus keberuntungan. Karena itu, para lansia harus tetap bangga, percaya diri, dan menjaga semangat agar tetap mandiri,” ujar Nenden.

Ia menjelaskan, salah satu tantangan terbesar yang dihadapi lansia adalah menurunnya kondisi mental ketika anak-anak mulai hidup mandiri. Oleh sebab itu, KLPI tidak hanya memberikan pembinaan fisik melalui olahraga, tetapi juga memperkuat kesehatan mental agar para lansia tetap percaya diri dan tidak merasa menjadi beban keluarga.

Selain kegiatan senam, KLPI juga aktif menggelar kegiatan sosial, kreativitas, pemberdayaan, hingga kunjungan ke panti sosial sebagai bentuk kepedulian kepada sesama.

“Kami ingin para lansia tetap bermanfaat bagi masyarakat. Jangan merasa menjadi beban keluarga ataupun pemerintah, tetapi tetap aktif sesuai kemampuan yang dimiliki,” katanya.

Nenden juga menjelaskan alasan organisasi menggunakan nama Kebugaran Lansia Pralansia Indonesia.

“Lansia dulu baru pralansia, karena lansia pernah menjadi pralansia, sedangkan pralansia belum pernah menjadi lansia. Harapannya, sejak usia pralansia mereka sudah mempersiapkan diri agar menjadi lansia yang sehat, tangguh, dan penuh semangat,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Dinas Sosial Kota Tangerang Selatan Heli Selamet menyampaikan apresiasi atas pelantikan kepengurusan baru KLPI Kota Tangsel.

“Selamat kepada para pengurus KLPI Kota Tangerang Selatan. Semoga dapat terus bersinergi dengan pemerintah daerah dan menjadi wadah bagi para lansia untuk hidup sehat, aktif, serta mandiri,” ujar Heli.

“Melalui kepengurusan baru tersebut, KLPI Kota Tangerang Selatan diharapkan mampu memperluas pembinaan hingga seluruh wilayah kota sehingga semakin banyak masyarakat usia pralansia dan lansia yang memperoleh manfaat dari berbagai program kebugaran, kesehatan, sosial, dan pemberdayaan yang dijalankan organisasi,” tutup Ketua Pelaksana Acara yang juga Sekertaris KLPI Tangsel, Lisma Rangkapan. (red/*)

Leave a Reply