BESTTANGSEL.COM, TANGERANG – Hormon testosteron selama ini lebih dikenal sebagai hormon yang berkaitan dengan fungsi reproduksi dan kesuburan pria. Namun, menurut dokter spesialis andrologi dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And, testosteron memiliki peran yang jauh lebih luas, mulai dari menjaga kesehatan fisik, kestabilan emosi, hingga mendukung produktivitas kerja dan kualitas hubungan sosial.

Dokter yang berpraktik di Eka Hospital BSD dan Eka Hospital Grand Family itu menjelaskan bahwa testosteron tidak hanya berfungsi dalam pembentukan sel sperma, tetapi juga memengaruhi tingkat energi, kemampuan berpikir, suasana hati, hingga semangat menjalani aktivitas sehari-hari.

Dokter Spesialis Andrologi Eka Hospital, dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And.

“Ketidakseimbangan kadar testosteron dapat berdampak pada berbagai aspek kehidupan seorang pria. Bukan hanya kesuburan, tetapi juga konsentrasi, performa kerja, hingga hubungan dengan keluarga maupun rekan kerja,” ujar dr. Christian, kepada para awak media, Selasa, (28/7).

Menurutnya, testosteron berperan penting dalam menjaga dorongan seksual, produksi sperma, serta mempertahankan massa otot dan kepadatan tulang. Selain itu, hormon ini juga membantu menjaga stamina sehingga pria tetap bertenaga dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Ia menambahkan, pria dengan kadar testosteron yang rendah umumnya lebih mudah merasa lelah, kehilangan motivasi, sulit berkonsentrasi, dan mengalami perubahan suasana hati.

“Testosteron yang cukup membantu menjaga fokus, konsentrasi, serta kemampuan berpikir. Ini tentu berpengaruh terhadap produktivitas seseorang di tempat kerja,” katanya.

Selain mendukung performa kerja, testosteron juga berkaitan dengan kesehatan mental. Berbagai penelitian menunjukkan bahwa kadar testosteron yang rendah dapat meningkatkan risiko depresi, mudah tersinggung, hingga kelelahan kronis.

“Kondisi tersebut apabila tidak ditangani dapat memengaruhi kualitas hidup, hubungan sosial, bahkan kinerja profesional,” jelasnya.

Dr. Christian juga mengingatkan bahwa rendahnya kadar testosteron sering kali berkaitan dengan sindrom metabolik, seperti obesitas, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta diabetes. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, termasuk serangan jantung dan stroke.

Beberapa gejala yang perlu diwaspadai antara lain penurunan gairah seksual, disfungsi ereksi, berkurangnya massa otot, peningkatan lemak tubuh, sulit mengingat, rambut menipis, insomnia, hingga menurunnya performa kerja.

Apabila mengalami gejala tersebut, dr. Christian menyarankan agar pria segera berkonsultasi dengan dokter untuk menjalani pemeriksaan, termasuk tes kadar testosteron.

“Melalui pemeriksaan darah, kita dapat mengetahui apakah keluhan yang dialami memang disebabkan oleh rendahnya kadar testosteron sehingga terapi yang diberikan menjadi tepat,” ujarnya.

Untuk penanganannya, tersedia beberapa pilihan terapi sesuai kondisi pasien, mulai dari Testosterone Replacement Therapy (TRT) berupa suntikan, gel, krim, patch, tablet, maupun pelet yang ditanam di bawah kulit. Selain itu, dokter juga dapat memberikan terapi hormonal tertentu, suplemen vitamin dan mineral seperti vitamin D, zinc, magnesium, hingga L-arginine apabila diperlukan berdasarkan indikasi medis.

Meski demikian, dr. Christian menekankan bahwa perubahan gaya hidup tetap menjadi langkah utama dalam menjaga keseimbangan hormon testosteron.

Ia menganjurkan pria untuk rutin berolahraga sedikitnya 150 menit per minggu, terutama latihan beban, mengonsumsi makanan bergizi tinggi protein rendah lemak, mengelola stres, tidur cukup selama 6 hingga 8 jam setiap malam, serta membatasi konsumsi alkohol.

“Gaya hidup sehat merupakan fondasi utama dalam menjaga kadar testosteron tetap optimal. Dengan hormon yang seimbang, pria tidak hanya memiliki kesehatan reproduksi yang baik, tetapi juga energi, produktivitas, dan kualitas hidup yang lebih baik,” tutup dr. Christian Christoper Sunnu, Sp.And, dokter spesialis andrologi di Eka Hospital BSD dan Eka Hospital Grand Family. (red/*)

Leave a Reply