BESTTANGSEL.COM, JAKARTA– Yukito, brand menswear lokal Indonesia yang mengusung konsep ‘Japanese inspired, locally produced’, resmi memperkenalkan diri ke publik. Hadir sejak Oktober 2024, Yukito menjawab kebutuhan gaya berpakaian pria urban modern yang nyaman dikenakan di iklim tropis melalui koleksi pakaian oversize yang terinspirasi dari Yukata dan Kimono, dengan bahan cotton-linen blend yang 100% diproduksi secara lokal.
Hingga saat ini, Yukito telah menjual ribuan produk dari 27 SKU yang terbagi dalam empat koleksi untuk pria urban dari berbagai kalangan dan profesi. Koleksi Yukito tersedia secara daring di Shopee, serta luring melalui partisipasi dalam berbagai bazar seperti acara Semasa.
Dave Ependi, Founder Yukito, menyampaikan antusiasme pasar yang diterima sejak awal kehadirannya di Indonesia. “Dalam 1,5 tahun, Yukito sudah menjual ribuan produk dengan pertumbuhan positif sebesar 120% sejak awal hadir, khususnya melalui penjualan offline. Pembeli kami tersebar di sejumlah provinsi, mulai dari Sumatera, Jawa, Kalimantan, hingga Sulawesi. Bagi brand UMKM yang terbilang baru, pencapaian ini memberikan semangat bagi kami untuk terus menjawab kebutuhan mode masyarakat Indonesia,” jelas Dave, lusa lalu.
Filosofi ‘Japanese Inspired, Locally Produced’ sebagai Identitas Yukito
Siluet oversize khas kimono dan yukata diterjemahkan menjadi pakaian harian bergaya minimalis yang cocok dipadupadankan untuk berbagai kegiatan. Filosofi ini diwujudkan Yukito melalui empat koleksi bertajuk Jepang, yaitu Kihon(dasar), Haru no Kaze (angin musim semi), Kage (bayangan), dan Sen (garis), dengan material cotton-linen yang nyaman dipakai sehingga gaya bernuansa Jepang tetap dapat digunakan sehari-hari di iklim tropis Indonesia.
Keempat koleksi tersebut menghadirkan elemen desain yang konsisten untuk menegaskan aksen oversize sekaligus identitas ‘Japanese inspired’, salah satunya melalui detail drop-shoulder pada kemeja atau atasan yang memberi kesan dramatis. Identitas ini juga diperkuat lewat ciri khas Yukito, yaitu kemeja berlengan tiga perempat model big cuff dengan dua kancing.
Sebagai brand yang mengusung konsep ‘locally produced’, seluruh proses produksi Yukito dikerjakan oleh konveksi dan penjahit UMKM dengan kain dari pemasok lokal. Dengan demikian, Yukito tumbuh sebagai brand menswear yang turut memberdayakan UMKM lain dalam rantai produksinya.
Hadirkan Koleksi Bernuansa Jepang di Indonesia
Sejak awal hadir, Yukito secara konsisten menghadirkan koleksi yang menerjemahkan gaya berpakaian Jepang ke dalam pakaian harian. Sebanyak 27 SKU terbagi ke dalam empat koleksi, yaitu:
1. Vol. 1, Kihon (dasar): kemeja oversize dan celana straight cut sebagai fondasi gaya harian.
2. Vol. 2, Haru no Kaze (angin musim semi): kemeja oversize dengan nuansa warna earthy seperti sage dan olive.
3. Vol. 3, Kage (bayangan): bernuansa serba hitam dengan potongan menyerupai kimono dan celana volume lebar.
4. Vol. 4, Sen (garis): bermain dengan layering kemeja lengan panjang, vest, dan celana volume lebar. Gaya khas koleksi terbaru ini juga diterjemahkan melalui aksen ‘sash’ yang menjuntai pada vest untuk memberikan nuansa garis vertikal pada tampilan kemeja panjang (tunic).
Seluruh koleksi Yukito menggunakan material cotton-linen blend untuk kemeja atau atasan, serta cotton-twill untuk celana dan vest. Produk Yukito dibanderol pada rentang harga Rp299.000 hingga Rp549.000, yang kompetitif untuk material dan pengerjaan jahitan lokal berkualitas.
“Dengan antusiasme positif dari pengguna Yukito di seluruh Indonesia, kami berharap Yukito bisa terus tumbuh bukan hanya sebagai brand, tetapi juga menjadi ekosistem kecil yang turut menghidupi industri, khususnya pelaku UMKM sekitar seperti konveksi dan penjahit lokal. Kami ingin membuktikan bahwa produk UMKM Indonesia mampu memberikan kualitas yang baik dan menjawab kebutuhan para pengguna,” tutup Dave.
Koleksi Yukito tersedia secara daring di Shopee dan luring melalui berbagai bazar kurasi. Informasi lebih lanjut dapat diakses melalui Instagram @yukito_id. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.