BESTTANGSEL.COM, TANGERANG- Suka atau tidak suka, semua orang kini menjadi perusahaan media. Alatnya mudah, gratis, dan di mana saja. Lebih penting lagi, memproduksi konten sekarang menjadi dasar untuk semua merek dan perusahaan. Tidak peduli apa bisnisnya, industri apa yang dijalankan, jika suatu perusahaan tidak memproduksi konten, pada dasarnya perusahaan tersebut tidak ada. Internet telah mengganggu industri penerbitan — seperti buku yang sudah menjadi Kindle dan iPad. Internet juga telah mengganggu industri musik, saat ini orang lebih memilih mengunduh musik daripada membeli CD (Compact Disc). Internet telah mengganggu beberapa industri saat ini. Seperti halnya dengan Amazon ataupun e-commerce lainnya yang akan mengurangi jumlah pelanggan pada suatu toko luring (offline). Semua ini telah terjadi, tetapi satu hal yang tidak cukup banyak dibicarakan orang adalah bagaimana Internet telah mengganggu perusahaan media.
Dibandingkan dahulu, biaya masuk menjadi perusahaan media saat ini sangat murah. Kita tidak perlu memiliki jaringan televisi lagi. Kita tidak perlu membeli mesin cetak jutaan dolar untuk menjangkau konsumen. Kita benar-benar bisa menggunakan website gratis seperti WordPress dan Medium, serta distribusi gratis seperti Twitter dan Facebook. Media sosial pada dasarnya telah menjadi saluran Internet dan pada akhirnya tanpa biaya.
Nah, inilah yang sebenarnya terjadi — banyak dari beberapa perusahaan memahami bahwa pembuatan konten pada dasarnya adalah biaya masuk agar relevan di masyarakat. Jika mereka tidak mengirimkan konten promosi dan informasi suatu produk, pada dasarnya mereka tidak ada. Semua bisnis adalah perusahaan media. Jika mereka tidak merilis konten yang memberi nilai kepada target pasarnya, apakah itu membuat orang tertawa atau, membuat orang berpikir, atau mengedukasi orang tentang produknya, mereka akan tenggelam oleh banyaknya konten yang telah dibuat oleh orang bisnis lain dalam proses kompetisi bisnis tersebut.
Kita bisa ambil beberapa perusahaan besar dengan strategi digital marketing-nya:
1. Red Bull
Perusahaan ini telah menggemparkan dunia kompetisi yang serba cepat, kegiatan besar, dan konten yang menginspirasi. Red Bull memiliki keberanian untuk melakukan sesuatu secara berbeda dan terus berupaya mendorong batasan pasarnya. Dalam hal ini, Red Bull memberikan sesuatu yang menarik bagi pembeli atau pelanggan mereka. Red Bull Media House terus melakukan terobosan baru dan bereksperimen dengan kontennya di seluruh dunia.
2. Lego
Lego dikenal dengan kontennya yang kreatif dan menyenangkan. Film Lego adalah contoh bagaimana sebuah perusahaan dapat menghasilkan permintaan produk, tanpa harus memaksa pelanggannya untuk membeli produknya. Selain itu, Lego berhasil menciptakan komunitas seputar produknya dengan menggunakan berbagai majalah, situs web, dan klub anggota. Rasa kebersamaan di komunitas pecinta Lego ditingkatkan melalui keingan untuk membangun blok yang bagus dan semakin kreatif. Berbagai kompetisi juga memberikan kesempatan kepada para anggota komunitas tersebut untuk berbagi kreasi Lego mereka sendiri. Hal ini dapat membangun kepercayaan dan loyalitas untuk suatu perusahaan dalam jangka panjang.
Dalam ketatnya persaingan bisnis saat ini, pemasaran konten (content marketing) sangatlah diperlukan. Pemasaran konten (content marketing) adalah salah satu strategi pemasaran yang perlu merencanakan, membuat, dan mendistribusikan konten yang mampu menarik dan menjadi sasaran, kemudian mendorong mereka untuk menjadi konsumen baru sehingga mereka mengetahui bisnis tersebut. Hal ini dapat memberikan peluang tidak hanya untuk memperluas bisnis, tetapi juga untuk membangun reputasi dan mendapatkan tempat sebagai perusahaan terpercaya di industri. Pemasaran konten dimulai dengan menunjuk seseorang atau suatu kalangan sambil memahami kebutuhan mereka untuk menjadi penjaga sudut pandang audiens dalam suatu bisnis organisasi. Satu-satunya cara pemasaran konten yang baik adalah dengan menjadi cerita (story telling).
Apakah pemasaran konten hanyalah cara “mewah” untuk suatu iklan bisnis, atau apakah ada sesuatu yang benar-benar istimewa dari strategi ini?
Strategi ini merupakan suatu terobosan baru dimana internet telah menguasai seluruh industri. Tidak hanya itu, konten pemasaran (content marketing) juga merupakan wadah untuk memberikan edukasi tentang produk suatu bisnis — bercerita tentang produk tersebut (story telling), dll. Ciri dari content marketing adalah berporos pada minat audiens atau calon pelanggan. Oleh karena itu, konten harus bermanfaat dan memiliki nilai bagi mereka. Selain itu, program konten pemasaran (content marketing) harus dijalankan dengan metrik atau standar yang jelas, sehingga suatu bisnis bisa memantau apakah kegiatan tersebut benar-benar membantu dalam mencapai tujuan pemasaran yang diharapkan. Apakah itu berhasil menarik audiens atau calon pelanggan untuk mengenalkan produk bisnis tersebut. Bentuknya bisa berupa blog, atau akun di berbagai saluran media sosial. Akibatnya, banyak pembuat konten yang berkreasi dan bersaing memberikan informasi dengan caranya yang unik dan menarik perhatian.
Sebagai studi kasus lainnya, bisa diambil dari BlendTec dan RiverPools. BlendTech menggunakan video di YouTube untuk mempromosikan produknya. Dengan begitu, dia bisa mencapai 500 juta tanyang videonya. Sehingga dalam waktu singkat, penjualan mereka mencapai 1.000%. Hal ini dikarenakan YouTube adalah layanan hosting video paling populer, diikuti oleh layanan serupa lainnya seperti Facebook, Vimeo, Vine, Blip, dan Flickr. Seperti saluran media sosial lainnya, YouTube memungkinkan orang di seluruh dunia untuk berinteraksi, berbagi, dan membuat konten melalui komunitas online. Karena memiliki popularitas dan fitur, YouTube bisa menjadi saluran pemasaran yang berguna untuk bisnis.
Selain itu, Marcus Sheridan dari River Pools dan Spas pada awalnya menggunakan media blog. Mereka menggunakan blog perusahaannya untuk menjawab pertanyaan konsumen. Hasilnya, dia dapat mengumpulkan pendapatan lebih dari satu juta dolar dengan mengunggah konten pemasaran di blog perusaah pada saat itu. Kemudian mereka menulis konten yang sangat bagus sehingga berhasil menduduki peringkat pertama di Google untuk kata kunci utama bisnisnya. Strategi konten pemasaran (content marketing) yang ia terapkan sangat efektif. Mengapa hal ini berhasil? Karena blog dapat membangun audiens pembeli berulang dengan menceritakan kisah bisnis mereka yang memikat dan menarik. Meskipun video mungkin merupakan media terbaik untuk bercerita, membuat satu video biasanya membutuhkan banyak usaha dan dana. Kesimpulannya, setiap bisnis harus menginformasikan produknya. Misalnya dapat dijelaskan bagaimana produk tersebut dibuat, dari mana asalnya, dan keistimewaannya. Hadirkan apa yang menarik dari produk tersebut, maka peluang produk bisnis untuk terjual akan semakin besar.
(red/ditulis oleh: Fiya Fauha Umaima, Mahasiswa Magister Teknologi Manajemen, President University)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.