BESTTANGSEL.COM, TANGSEL-Pembangunan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Kali Angke 2 di Kota Tangerang Selatan tidak hanya menjadi wujud komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat, tetapi juga menonjolkan kolaborasi strategis antara sektor publik dan swasta sebagai penggerak utama. Peletakan batu pertama yang dilaksanakan pada Kamis (16/4/2026) di Jalan Raya Puspitek, Serpong, menandai dimulainya proyek infrastruktur vital yang diharapkan menjadi model kemitraan untuk pembangunan di sektor lainnya.

Kolaborasi antara Pemerintah Kota Tangerang Selatan, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) Perseroda PITS, dan mitra swasta PalyjaTirta Tangsel menjadi fondasi penting dalam merealisasikan proyek bernilai besar ini. Direktur Utama PITS, Tubagus Hendra Suherman, menekankan bahwa kerja sama dengan pihak swasta merupakan kunci untuk mengoptimalkan pembangunan, mengingat besarnya investasi yang dibutuhkan. “Proses ini telah melalui perjalanan panjang lebih dari dua tahun, dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk BPK Perwakilan Banten dan Kejaksaan Negeri setempat,” jelasnya.

Dari sisi kapasitas, SPAM Kali Angke 2 dirancang dengan kemampuan 240 liter per detik, yang akan menjangkau sekitar 28.000 sambungan rumah di wilayah Pamulang, Ciputat, dan Ciputat Timur. Proyek ini juga menjadi landasan untuk pengembangan lebih lanjut, dengan rencana pembangunan tahap kedua berkapasitas 750 liter per detik pada 2027. Target penyelesaian konstruksi pada Mei 2027, diikuti commissioning pada Juni, dan pengaliran air ke masyarakat pada Juli 2027, menunjukkan skala prioritas yang tinggi.

Wali Kota Tangerang Selatan, Benyamin Davnie, menyoroti bahwa proyek ini merupakan langkah nyata menuju kemandirian air bersih, mengingat sebelumnya wilayahnya masih bergantung pada penyedia layanan dari kabupaten tetangga. “Akses air bersih adalah indikator kualitas hidup. Dengan SPAM ini, kami tidak hanya memperluas cakupan layanan, tetapi juga membuka lapangan kerja bagi ribuan tenaga kerja,” ujarnya.

Dampak ekonomi turut menjadi perhatian, dengan penyerapan lebih dari 1.000 tenaga kerja selama pembangunan, serta stimulasi bagi sektor pendukung lokal. Benyamin berharap kolaborasi ini dapat berlanjut ke sektor lain, mempercepat pembangunan infrastruktur dasar secara berkelanjutan.

Proyek SPAM Kali Angke 2 tidak sekadar membangun infrastruktur fisik, tetapi juga mengukuhkan pentingnya sinergi antar pemangku kepentingan dalam menjawab tantangan perkotaan, sekaligus menginvestasikan masa depan yang lebih sejahtera bagi masyarakat Tangerang Selatan. (Red/*)

Leave a Reply