BESTTANGSEL.COM, Jakarta – Melalui Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Indonesia telah menghasilkan banyak varietas unggul mutan tanaman penting seperti padi, sorgum, kacang hijau, kacang tanah, kapas, dan gandum tropis hingga kedelai. Untuk itu, bekerjasama dengan Food and Agriculture Organization of United Nations (FAO), dan United Nations Industrial Development Organization (UNIDO), Batan menggagas project “Tempe Berkualitas” yang dibuat dari hasil pemuliaan mutasi tanaman kedelai melalui radiasi.

“Saat ini Batan telah mengembangkan project Rumah Tempe di beberapa lokasi di antaranya ada di Bogor. Di Rumah Tempe tersebut para pengusaha tempe akan mendapat pelatihan serta diberi kesempatan untuk membuat tempe dari kedelai hasil mutasi radiasi yakni, varietas kedelai Rajabasa atau Mutiara 1 untuk menghasilkan tempe yang baik dan berkualitas,” tutur Kepala Batan, Djarot Sulistyo Wisnubroto, saat hadir dalam pelatihan di bidang pemuliaan mutasi tanaman yang berlangsung sejak tanggal 9-20 Juli 2018, di Pusat Aplikasi Isotop dan Radiasi (PAIR), Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Pasar Jumat, Jakarta, Senin (09/07).

Menurut Djarot, tempe yang diproduksi dari kedelai Rajabasa dan Mutiara 1, memiliki kualitas yang jauh lebih baik dibandinglan dengan tempe yang dibuat dari kedelai import.

“Dengan adanya Project Tempe ini, Batan berharap pemerintah khususnya Kementerian Pertanian akan terus mendorong dan memotivasi masyarakat petani untuk menanam varietas unggul kedelai tersebut, sehingga memberikan kontribusi signifikan dalam peningkatan produksi dan ketahanan pangan Indonesia. Melalui project Tempe ini Indonesia bisa membuktikan bahwa kedelai dalam negeri lebih baik dari kedelai import,” pungkas Djarot.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.