BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Akibat adanya siswa yang terkena suspect Difteri beberapa hari lalu, membuat Pemkot Tangerang Selatan (Tangsel) mengambil langkah imunisasi masal. Setelah berkoordinasi dengan Kemenkes, pelayanan imunisasi vaksin difteri secara gratis pun langsung digelar di sejumlah sekolah, posyandu, puskesmas, serta rumah sakit yang ada di Tangsel, Selasa (12/12).

Difteri adalah penyakit pada selaput lendir hidung serta tenggorokan yang disebabkan oleh bakteri. Penyakit ini menimbulkan lapisan tebal berwarna abu-abu pada tenggorokan. Sehingga dapat membuat anak sulit makan dan bernapas. Bila infeksi tidak diobati, toksin yang dihasilkan oleh bakteri bisa menyebabkan lumpuh dan gagal jantung.

“Imunisasi ini sebagai tindak lanjut dari kasus Difteri di Provinsi Banten dan Tangsel. Suspect dan sekarang masih dirawat. Kebetulan pasien ini bersekolah di Rawa Buntu, sedangkan tempat tinggalnya di wilayah Cisauk,” ungkap Kepala Puskesmas Rawa Buntu, Hartono Mulyono.

Hal serupa juga dilakukan di Puskesmas Pondok Benda di Pamulang, Tangsel. Penanggung jawab imunisasi Puskesmas Pondok Benda, Bidan Nila Destasari mengatakan, target yang akan dilakukan imunisasi oleh pihaknya sebanyak 12.758 orang anak.

“Kami menargetkan 12.758 orang anak dapat kami berikan imunisasi vaksin difteri,” ungkap Nila.

Nila manuturkan bahwa imunisasi vaksin difteri itu akan diberikan untuk mereka yang berusia hingga 19 tahun atau telah duduk di bangku perguruan tinggi.

“Ya, meski sejauh ini virus difteri banyak menjangkin anak-anak dan balita, tapi kami akan tetap berikan imunisasi ini sampai usia 19 tahun. Kita juga sudah beri kabar ke kader-kader sekolah dan posyandu,” ungkapnya.

Hingga saat ini, Nila menyampaikan, sudah ada 24 puskesmas di bawah naungan Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan yang mendapat instruksi wajib menyelenggarakan imunisasi difteri.

 

Asri/yud

 

 

Leave a Reply

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar anda diproses.