BESTTANGSEL.COM, TANGSEL– Kongres biasa Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Tangerang Selatan digelar pada Kamis (7/5), di Gedung 3A Dispora, Pusat Pemerintahan Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini menjadi momentum konsolidasi organisasi sekaligus penguatan program pembinaan sepak bola usia dini dan persiapan menghadapi ajang Porprov Banten 2026. Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Wali Kota Tangerang Selatan, Pilar Saga Ichsan.
Dalam sambutannya, Pilar menekankan pentingnya soliditas internal PSSI Tangsel agar mampu mempersiapkan organisasi dan atlet secara matang, khususnya menjelang Porprov Banten 2026 di mana Kota Tangerang Selatan bertindak sebagai tuan rumah.
“Kami menitipkan kepada Ketua PSSI Tangsel untuk terus mensolidkan organisasi ke depan, terutama dalam rangka persiapan Porprov sebagai tuan rumah,” ujar Pilar.
Selain fokus pada agenda kompetisi, Pilar juga menyoroti pentingnya pembinaan sepak bola usia dini. Menurutnya, Tangsel saat ini tengah mempersiapkan Festival Sepak Bola U-10 dan U-12 tingkat Provinsi Banten yang akan dimulai dari tingkat kota dan kabupaten.
Ia meminta seluruh persiapan dilakukan maksimal karena kompetisi tersebut akan berlangsung mulai Mei hingga Juni 2026.
“Jenjang kompetisi usia dini ini harus dipersiapkan dengan baik. Kami ingin pembinaan usia dini semakin fokus, nyata, dan hasilnya terasa untuk melahirkan pemain-pemain muda potensial di Banten,” katanya.
Terkait venue sepak bola untuk Porprov Banten 2026, Pilar menyebut Kodiklat TNI menjadi kandidat utama lokasi pertandingan cabang olahraga sepak bola. Hasil survei menunjukkan fasilitas di lokasi tersebut dinilai memenuhi standar penyelenggaraan.
“Kemungkinan besar venue sepak bola akan menggunakan Kodiklat TNI. Standarnya mencukupi dan ada peluang kolaborasi dengan berbagai instansi seperti TNI dan Polri,” jelasnya.
Sebagai tuan rumah, Pilar juga menargetkan hasil maksimal bagi kontingen Tangsel.
“Kalau saya bicara sebagai Wakil Wali Kota, tentu targetnya juara umum. Tapi sebagai bagian dari panitia besar, yang utama adalah sukses penyelenggaraan Porprov,” tegasnya.
Sementara itu, Ketua Askot PSSI Tangsel Erlangga Yudha Nugraha menyampaikan bahwa kongres tahun ini juga menjadi tonggak pertumbuhan organisasi. Jumlah anggota PSSI Tangsel mengalami peningkatan signifikan, dari sebelumnya 24 anggota menjadi 58 anggota.
“Sebagian besar anggota baru berasal dari Sekolah Sepak Bola (SSB), yang artinya geliat pembinaan usia muda di Tangsel semakin besar,” ujarnya.
Menurut Erlangga, PSSI Tangsel saat ini tengah menyiapkan sejumlah agenda kompetisi, termasuk turnamen U-10 dan U-12 yang direncanakan selesai pada akhir Mei sebagai bagian dari seleksi menuju kompetisi tingkat provinsi.
“Kami sudah menyusun seluruh rangkaian kompetisi. Final U-10 dan U-12 direncanakan berlangsung pada 24 Mei,” katanya.
Selain persiapan tim putra, PSSI Tangsel juga memberi perhatian pada kesiapan tim sepak bola putri. Erlangga berharap cabang sepak bola putri dapat kembali dipertandingkan di Porprov 2026 setelah sebelumnya ditiadakan karena keterbatasan jumlah peserta.
“Kami melihat tim putri Tangsel cukup siap. Harapannya tahun ini sepak bola putri bisa kembali dipertandingkan di Porprov,” ujarnya.
Melalui kongres ini, PSSI Tangsel diharapkan semakin solid dalam menjalankan pembinaan, meningkatkan kualitas kompetisi, dan mendukung prestasi sepak bola Kota Tangerang Selatan, baik di level regional maupun nasional. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.