BESTTANGSEL.COM, TANGSEL – Pemerintah Kota Tangerang Selatan memperkenalkan cara baru berinteraksi dengan layanan publik melalui peluncuran Helita (Hello Kita Tangsel), asisten digital berbasis artificial intelligence (AI) yang terintegrasi dalam platform Tangsel One. Peluncuran digelar di Aula Blandongan Gedung Puspemkot Tangsel, pada Kamis, (30/4).

Berbeda dari layanan digital pemerintah yang umumnya berbasis aplikasi terpisah, Helita hadir dengan pendekatan lebih sederhana: cukup melalui WhatsApp.

Inovasi ini memungkinkan masyarakat mengakses berbagai kebutuhan layanan publik tanpa harus mengunduh banyak aplikasi. Cukup menyimpan nomor Helita di daftar kontak, warga dapat langsung bertanya, menyampaikan aduan, hingga mengakses informasi layanan pemerintahan.

“Pemerintah harus menyesuaikan diri dengan kebiasaan masyarakat, bukan sebaliknya. Karena itu kami pilih platform yang paling dekat dengan masyarakat, yaitu WhatsApp,” ujar Wali Kota Tangerang Selatan dalam peluncuran Tangsel One dan Helita.

Helita dirancang sebagai pendamping digital masyarakat dalam mengakses layanan pemerintah selama 24 jam non-stop. Asisten AI ini dapat menjawab pertanyaan terkait administrasi, panduan pengurusan izin, informasi program daerah, hingga menerima pengaduan publik.

Sebagai contoh, warga yang ingin mengurus Persetujuan Bangunan Gedung (PBG) cukup mengetik pertanyaan mengenai persyaratan melalui chat. Selanjutnya Helita akan memberikan daftar dokumen yang dibutuhkan sekaligus mengarahkan proses unggah berkas ke sistem terkait.

Tak hanya urusan administratif, Helita juga dapat menjawab pertanyaan umum seputar Kota Tangerang Selatan, mulai dari profil pejabat daerah hingga rekomendasi kuliner lokal.

Saat ini, layanan perizinan melalui DPMPTSP menjadi fitur yang telah terintegrasi penuh. Namun secara bertahap, seluruh layanan publik di Kota Tangerang Selatan akan masuk dalam satu sistem.

Pemkot mencatat terdapat 441 layanan publik dari berbagai organisasi perangkat daerah (OPD) yang nantinya akan diintegrasikan ke Tangsel One.

Dengan konsep chat-first AI, masyarakat tidak perlu memahami sistem digital yang rumit. Cukup mengetik kebutuhan dalam format percakapan natural, seperti mengobrol dengan petugas layanan.

“Yang membedakan Helita bukan hanya AI untuk informasi, tetapi juga kemampuan menghubungkan langsung ke layanan publik pemerintah,” katanya.

Terkait keamanan data, Pemkot Tangsel memastikan sistem ini telah melalui koordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) serta Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

Pemerintah juga menegaskan digitalisasi layanan ini tidak akan mengurangi jumlah pegawai, melainkan mengubah pola kerja pelayanan menjadi lebih efisien.

“Transformasi ini bukan menggantikan manusia, tapi mempermudah pekerjaan dan mempercepat pelayanan kepada masyarakat,” ujar Wali Kota.

Melalui Tangsel One dan Helita, Pemkot berharap pelayanan publik menjadi lebih cepat, mudah dijangkau, dan relevan dengan gaya hidup masyarakat digital saat ini. Jika sebelumnya warga harus datang ke kantor atau mencari banyak nomor kontak, kini layanan pemerintah cukup berada dalam satu ruang chat di genggaman. (red/*)

Leave a Reply