BESTTANGSEL.COM, LEBAK BANTEN- Setiap orang dapat menjadi agen komunikasi di lingkungannya masing-masing. Informasi dan edukasi, terutama mengenai potensi bencana, dapat disalurkan melalui siapapun yang memiliki kepedulian terhadap lingkungannya.

Menyadari hal tersebut, Gugus Mitigasi Lebak Selatan (GMLS) terus berupaya untuk memperluas jaringan agen komunikasi risiko dan potensi bencana, terutama dengan melibatkan elemen masyarakat. Pada hari Sabtu (18/11), GMLS berkolaborasi dengan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III Universitas Multimedia Nusantara (UMN) menyelenggarakan Sosialisasi Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami untuk Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang di Villa Hejo Kiarapayung.

Sosialisasi ini dihadiri oleh 14 orang anggota Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang dan Ketua Gugus Mitigasi Lebak Selatan Anis Faisal Reza sebagai narasumber.

Pemaparan materi yang dilakukan dalam sosialisasi ini berfokus pada beberapa hal, seperti penyebab gempa bumi dan tsunami, pengenalan daerah rawan bencana di wilayah Panggarangan, hingga upaya mitigasi gempa bumi dan tsunami di lingkungan sekitar. Pemaparan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan kesadaran anggota Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang terhadap potensi bencana gempa bumi dan tsunami yang ada wilayah Lebak Selatan, khususnya Panggarangan. Dalam pemaparan ini, ditekankan pula bahwa setiap elemen masyarakat, termasuk Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang, memiliki peran yang penting dalam proses diseminasi informasi mengenai potensi bencana gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat.

Sesudah pemaparan selesai dilaksanakan, dilakukan sosialisasi penggunaan atribut kepada para pengojek yang hadir. Atribut berupa helm dan jaket yang dilengkapi dengan berbagai pesan mengenai potensi bencana tersebut akan dibagikan kepada para anggota Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang, dan akan berfungsi sebagai media diseminasi informasi mengenai potensi bencana gempa bumi dan tsunami kepada masyarakat, terutama para pengguna jasa pengojek untuk mendukung mobilitas sehari-hari.

Sosialisasi diakhiri dengan sesi ramah-tamah dan makan bersama antara Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang, Anggota GMLS, dan mahasiswa MBKM Humanity Project Batch III UMN. Melalui setiap diskusi dan obrolan yang ada pada sesi ini, GMLS secara perlahan mulai membangun relasi yang berkelanjutan dengan para anggota Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang, di mana Komunitas Pengojek Pangkalan Cimangpang juga diharapkan dapat menjadi mitra sekaligus agen komunikasi kebencanaan yang mampu membantu GMLS dalam menyebarkan pesan dan informasi mengenai potensi bencana serta pengetahuan mitigasi kepada masyarakat di Lebak Selatan. (red/Jason)

Leave a Reply