BESTTANGSEL.COM, TANGERANG-Untuk ke lima kalinya Indonesia Science Expo (ISE) digelar. Kali ini ISE mengangkat tema besar keanekaragaman hayati Indonesia  ‘Today and Beyond’. Berbagai sentuhan teknologi dan inovasi akan ditampilkan di ajang ini.

Dalam lima kali penyelenggaraannya, ISE konsisten menjadi ajang untuk memperkenalkan hasil-hasil terkini perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

ISE menjadi sarana penting membumikan sains dan hasil-hasil riset para peneliti maupun inovator yang ada di Indonesia agar masyarakat luas memahami pentingnya sains dalam kehidupan sehari-hari untuk menciptakan science –based society, juga menjadi wadah bagi penyedia dan pemakai hasil riset di berbagai sektor.

“Sebagai pelaksana tugas pemerintah dalam penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia terus membuka peluang bagi semua pihak untuk terlibat dalam kegiatan penelitian,” ujar Kepala Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Laksana Tri Handoko di ICE BSD, Tangerang, Rabu (23/10/2019).

Handoko menjelaskan, ISE akan menjadi platform yang mempertemukan publik dengan berbagai latar belakang mulai dari akademisi, unsur pemerintah, industri, pelajar, juga masyarakat umum.

Peserta IEYI, 11 partisipan internasional yakni Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Philipina, Rusia, Singapura Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

“Publik bisa terlibat secara langsung dalam aktivitas sains sesuai ketertarikan mereka. Diharapkan akan menciptakan interaksi yang memunculkan kolaborasi,” tutup Handoko.

Sementara itu, Deputi Bidang Ilmu Pengetahuan Hayati LIPI, Enny Sudarmonowati menjelaskan, ISE 2019 kali ini mengusung tagline ‘Today and Beyond’, penyelenggaraan ISE pada tahun ini mengambil tema besar keanekaragaman hayati Indonesia untuk kehidupan masa depan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Berbagai inovasi teknologi yang ditampilkan di ajang ISE 2019 di ICE BSD, (23/10).

“Tema ini penting diangkat agar publik tau potensi keanekaragaman hayati Indonesia yang kaya, tapi juga banyak yang berada di ambang kepunahan,” terang Enny.

Enny melanjutkan, ISE menjadi cara meningkatkan kesadaran publik untuk melestarikan juga memanfaatkan
keanekaragaman hayati Indonesia secara berkelanjutan.

“Diharapkan ISE akan semakin membuka wawasan masyarakat termasuk sektor industri untuk menciptakan peluang kerja sama riset dan pendanaan,” ujar Enny.

Di tempat terpisah, Sekretaris Utama LIPI Nur Tri Anies menuturkan, di ISE 2019 ini sangat spesial.

“Yang spesial dari ISE tahun ini bertepatan dengan momentum Indonesia menjadi tuan rumah International Exhibition for Young Inventors,” terang Sekretaris Utama LIPI, Nur Tri Aries.

Nur menlanjutkan, tahun ini adalah kali ketiga Indonesia menjadi tuan rumah setelah sebelumnya pada tahun 2007 di Yogyakarta dan tahun 2014 di Jakarta.

Lanjut Nur, untuk tahun ini IEYI diikuti 150 proyek penelitian dari 11 partisipan internasional yakni Indonesia, Jepang, Macau, Malaysia, Philipina, Rusia, Singapura Taiwan, Thailand, Tiongkok, dan Vietnam.

“Kami ingin menggugah masyarakat bahwa generasi muda adalah sumber ide dan inovasi utk perubahan kehidupan menuju arah yang lebih baik,” tutup Nur. (*)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.