Rektor UPJ, Leenawaty Limantara, M.Sc., Ph.D., (tengah), saat diskusi pembentukan konsorsium 3.

BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan – Setelah sukses menghelat konferensi internasional Humboldt Kolleg ke-3 di Putri Duyung Cottage, Ancol pada tanggal 24-26 Juli 2017 lalu,  Universitas Pembangunan Jaya Bintaro Tangerang Selatan, didaulat menjadi “Hub” dan pengelola (caretaker)  konsorsium ASEAN Network for Urban Research. Dalam kesempatan ini, Rektor UPJ, Leenawaty Limantara, M.Sc., Ph.D.,  menunjuk Eddy Yusuf Ph.D sebagai pengelola konsorsium.

Kegiatan yang belum lama berlangsung ini, merupakan kerjasama riset, pemanfaatan laboratorium lintas institusi dan negara (laboratorium bersama), penguatan iptek urban di ASEAN, mobilitas peneliti dan publikasi bersama.

Sebagai caretaker, UPJ bertanggung jawab untuk membuat basis data (database) kompetensi dan bidang penelitian dari peneliti, menghubungkan peneliti dengan minat dan kompetensi sejenis untuk memulai kolaborasi, mengusahakan dana penelitian yang dapat digunakan bersama oleh peneliti, merancang pertemuan rutin dengan para peneliti melalui konferensi atau workshop, dan lain sebaginya.

Konsorsium yang digagas oleh 50 peneliti dari 5 negara ASEAN ini memusatkan diri pada isu/problem di ranah urban/perkotaan. Pembentukan konsorsium ini didahului oleh sesi “Smashing Boundaries” yang mengedepankan konsep speed networking,  agar peneliti dapat mengenal satu sama lain. Sesi yang berlangsung 1.5 jam di awal konferensi ini disambut baik oleh para peneliti yang berlanjut dalam bentuk komitmenpembentukan konsorsium, setelah 3 hari pertemuan yang intensif.

Hadir dalam kegiatan ini, Duta Besar Jerman untuk Indonesia, Michael Freiherr von Ungern-Sternberg, Kepala divisi Asia Yayasan Humboldt, Jerman Dr. Klaus Manderla, Departemen sponsorship dan networking Yayasan Humboldt, Britta Debus, Direktur Riset dan Pengabdian Masyarakat, Kemenristekdikti, Prof. Dr. Ocky Karna Radjasa, kepala divisi sains dan teknologi kedutaan Jerman di Indonesia, Dr. Svan Langguth, Veronica Gaidamak, mewakili DAAD Jakarta dan Tatas H.P. Brotosudarmo, Ph.D., kepala asosiasi alumni Marie Curie.

“Konsorsium ini menjadi kendaraan bagi ilmuwan kajian urban melakukan percepatan riset, membangun kota yang berkelanjutan dengan konsep hijaunya,” tutur Rektor UPJ, Leenawaty Limantara, dalam siaran press yang diterima besttangsel.com, pertengahan September 2017 lalu.

 

Asri/Rlls

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.