BESTTANGSEL.COM, TANGERANG – Dua daerah di Provinsi Banten yakni Kota Tangerang Selatan (Tangsel) dan Kota Tangerang, didorong agar menyediakan sistem jaringan air minum yang baik bagi masyarakatnya. Termasuk Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan jaringan retikulasinya.
Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Kementerian Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat (PUPR), Diana Kusumastuti mengatakan, alasan pihaknya meminta dua daerah tersebut segera menyiapkan sistem penyediaan jaringan air minum lantaran di dua kota tersebut terdapat daerah dengan air baku bersumber dari waduk atau sungai. Adanya pekerjaan rumah yang harus diselesaikan terkait pembangunan sistem penyediaan air minum dari hulu ke hilir agar bisa dimanfaatkan oleh masyarakat di Kota Tangerang maupun Kota Tangsel. Olah karena itu, pemerintah daerah harus segera menyelesaikan pekerjaan rumah terkait penyediaan jaringan distribusinya. Termasuk Jaringan Distribusi Utama (JDU) dan jaringan retikulasinya.
“Salah satunya, dengan penyediaan sistem penyediaan air minum regional Karian-Serpong,” ujar Diana saat acara penandatanganan nota kesepakatan penyelenggaraan sistem penyediaan air minum regional Karian – Serpong tahap I antara pemerintah pusat dengan pemerintah daerah yang berlangsung di Aryaduta Hotel, Lippo Village, Kabupaten Tangerang, Selasa (27/12/2021).
Penandatanganan dilakukan antara Kementerian PUPR yang diwakili oleh Dirjen Cipta Karya Kementerian PUPR Diana Kusumastuti, Gubernur Banten Wahidin Halim, Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie dan Wali Kota Tangerang Arief R Wismansyah.
Gubernur Banten Wahidin Halim menuturkan, dibangunnya sistem penyediaan air minum yang bersumber dari Waduk Karian bagi Kota Tangerang dan Kota Tangsel, menjadi tambahan pilihan dalam pengolahan air minum bagi masyarakat.
“Waduk Karian kualitas airnya masih bagus jika dibanding Sungai Cisadane yang sekarang masih menjadi sumber pengolahan air di Kota Tangerang dan Tangerang Selatan,” kata Wahidin.
Tangsel Bakal Dapat Pasokan Air 650 Liter Perdetik dari Waduk Karian
Menanggapi adanya dorongan dari Kementerian PUPR, Walikota Tangsel Benyamin Davnie mengatakan, dengan adanya jaringan perpipaan waduk Karian-Serpong, Tangsel akan mendapatkan rencana alokasi itu sampai 650 liter perdetik. Di Tandon nantinya akan dibangun sebuah waduk penampungan. Pekerjaan itu nantinya akan ditangani oleh sebuah unit usaha daerah yang khusus bergerak di bidang air minum. Pemkot Tangsel sendiri akan mengandeng pihak ketiga perinvestasinya. “Untuk menidaklanjuti hal itu Pemkot Tangsel akan membentuk tim di internal Pemda untuk membahas langkah-langkah selanjutnya, kita libatkan Bappeda, Bapenda, Dinas Perkim, Dinas PU dan dinas-dinas terkait lainnya,” ujar Benyamin, Selasa (28/12/2021)
Untuk membangun jaringan pipanisasinya dari pusat sumber air baku hingga ke rumah-rumah warga membutuhkan biaya yang sangat besar. Karenanya, tidak mungkin hanya mengandalkan APBD Tangsel saja. Oleh karena itu, pihaknya membutuhkan bantuan dari APBN.
Sementara dalam pengerjaannya, pihaknya akan menggandeng investor atau pihak ketiga untuk berinvestasi. Tim internal akan memilah-milah apa saja yang menjadi bagian dari APBN, dan apa saja yang menjadi bagian APBD Tangsel. (Red/jar)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.