BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Kepala Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN) Anhar Riza Antariksawan, mengatakan bahwa BATAN mendapat kepercayaan oleh Pemerintah Pusat untuk menjadi koordinator atas tiga Prioritas Riset Nasional (PRN).

“Tiga prioritas penelitian itu, diantaranya pembangunan PLTN (Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir), teknologi produksi Radioisotop dan Radiofarmaka, serta sistem pemantau radiasi lingkungan untuk keselamatan lingkungan,” ucap Anhar saat menggelar media briefing di BSD Tangerang, Banten, Kamis (16/1/2020).

Menurutnya, ketiga prioritas itu juga akan masuk ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Periode 2020-2024.

Anhar memaparkan, prioritas pertama, yakni pembangunan PLTN. Pihaknya harus menempuh tiga fase, diantaranya pra project, formulasi project, dan pembangunan fisik.

“Pada pra project, utamanya adalah studi kelayakan, setelah itu akan dipastikan akan terus dibangun atau tidak. Kemudian formulasi project. Setelah pemerintah sudah oke untuk dibangun, maka kita akan lakukan hal yang lebih rinci, yaitu kita akan siap melakukan tender, sehingga ada pemenangnya, dan sebagainya,” ungkap Anhar.

Setelah itu, kata Anhar, program diteruskan ke tahap selanjutnya, yakni pembangunan fisik. Menurutnya, pembangunan PLTN ini bisa memakan waktu yang lama, sebab untuk tahap pertama saja, normalnya bisa memakan waktu hingga dua sampai tiga tahun.

“Sementara ini kita pilih daerah Kalimantan Barat. (Karena) relatif daerahnya lebih aman dari gempa,” imbuhnya.

Dalam kesempatan itu Anhar juga menjelaskan tentang hasil-hasil penelitian dan pengembangan yang dilakukan BATAN. Di antaranya adalah pengembangan Radioisotop dan Radiofarmaka sebagai alat diagnosis kesehatan.

“Jadi Radioisotop dan Radiofarmaka digunakan untuk bidang kesehatan, mengandung bahan radio aktif. Biasanya digunakan untuk membantu melakukan diagnosis atau terapi. Terutama untuk penyakit kanker. Selain itu juga dapat digunakan untuk menghilangkan rasa sakit bagi para penderita kanker dengan stadium tinggi,” jelasnya.

Prioritas ketiga yang menjadi fokus BATAN adalah sistem pemantau radiasi lingkungan untuk keselamatan dan lingkungan. Anhar menjelaskan, sistem itu berguna untuk mendeteksi nuklir yang berada lingkungan.

“Kita deteksi nuklir di alam. Kaya misalkan kalau zaman dulu kan ada yang mencoba senjata nuklir di daerah tertentu yang kita enggak tahu. Nah, sistem itu bisa mendeteksi,” tuturnya.

Anhar memaparkan, jika sudah terdeteksi, laporan itu akan masuk ke dalam radiation portal monitor (RPM) atau portal monitor radiasi.  “Untuk sistem ini, kita harus membuat komponen sekaligus menyatukan sistem. Saat ini, prototipe-nya sudah ada, sedang dalam tahap sertifikasi,” ucapnya.

Di bidang pertanian BATAN juga sudah menghasilkan bibit padi unggulan. “Untuk tanaman padi BATAN sudah berhasil mengembangkan bibit tanaman padi unggulan dengan buah padi yang lebih bagus, dan lebih cepat waktu panennya,” tutup Anhar. (*)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.