BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Selalu ada cerita menarik di balik keberhasilan para pelari mencapai garis finis, mulai dari perjuangan selama latihan, milestone yang bermakna, hingga momen lari bareng teman. Menyambut Jakarta Running Festival (JRF), Strava, aplikasi yang mendukung gaya hidup aktif dengan lebih dari 200 juta pengguna di 185 negara, membagikan data aktivitas pengguna di Indonesia yang menggambarkan bagaimana pelari berlatih dan membangun koneksi jelang race day.

Data tersebut menunjukkan tiga temuan utama. Pertama, terhubung lewat olahraga: sebanyak 33% aktivitas lari yang tercatat selama persiapan race day dilakukan secara berkelompok, sementara 92% peserta yang berhasil finis di JRF 2025 dan mencatat aktivitasnya di Strava merupakan anggota Strava Club. Kedua, membangun konsistensi: selama persiapan race day, pelari rata-rata berlatih tiga hari atau lebih setiap minggunya. Ketiga, menemukan ritme latihan: pelari konsisten meluangkan waktu untuk berlatih dengan durasi per sesi rata-rata 52 menit pada hari kerja, dan meningkat menjadi 1 jam 17 menit pada akhir pekan.

Di balik data tersebut, ada banyak sosok pelari dengan ceritanya masing-masing. Salah satunya adalah Stanley Joewono, kreator Strava yang hidup dengan beta talasemia mayor. Awalnya, Stanley mulai berlari untuk meningkatkan kebugaran tubuhnya. Setelah berhasil menyelesaikan berbagai race 5K dan 10K, kini ia tengah bersiap untuk mengikuti Half Marathon pertamanya di JRF 2026 pada 24 Oktober.

“Awalnya, lari menjadi tantangan pribadi bagi saya untuk meningkatkan kebugaran, bukan fokus utama karena rutinitas saya lebih berfokus pada strength training dan conditioning. Momen yang membuat saya jatuh cinta pada lari adalah ketika saya menyadari bahwa lari menjadi bentuk meditasi terbaik bagi saya, sekaligus cara untuk lebih memahami tubuh, batas kemampuan, bahkan diri saya sendiri,” ujar Stanley.

Selama mempersiapkan diri, Stanley mengandalkan Strava sebagai jurnal latihan pribadinya. Berkat fitur Training Log dan Relative Effort, ia dapat memantau perkembangan latihan, memahami respons tubuh terhadap aktivitas fisik, serta menemukan keseimbangan yang tepat dalam menjalani rutinitas latihan.

Selain berlatih secara mandiri, para pelari juga dapat terhubung dan merayakan pencapaian bersama melalui Strava Clubs. Di JRF 2026, Stanley akan mengikuti Half Marathon bersama Daffa Wardhana, yang juga anggota Strava Club. “Saya sangat menantikan kesempatan untuk mengikuti Half Marathon pertama saya bersama Daffa. Lari memang perjalanan pribadi, tetapi berbagi momen penting ini dengan seseorang yang saya kenal pada race day membuat pengalaman ini terasa jauh lebih bermakna,” tuturnya.

Data Strava dan pengalaman Stanley memberikan gambaran tentang persiapan menuju race day, mulai dari pola latihan yang tercatat hingga pencapaian personal seorang pelari.

Patut diketahui, Strava kembali hadir di Jakarta Running Festival 2026 bersama Runna sebagai Official Training Partner. Hal ini mencerminkan komitmen untuk mendukung individu di berbagai tahap perjalanan kebugaran mereka sekaligus menginspirasi lebih banyak orang untuk menjalani gaya hidup aktif. Dengan membantu pelari tetap aktif, memantau perkembangan, dan merayakan pencapaian mereka, Strava terus mendukung komunitas lari di Indonesia. (red/*)

Leave a Reply