BESTTANGSEL.COM, FINLANDIA – Nokia dan Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat atau IOH) mengumumkan kerja sama strategis untuk memodernisasi jaringan seluler Indosat di seluruh Indonesia melalui penerapan teknologi 5G Radio Access Network (RAN) terbaru. Sebagai mitra teknologi utama, Nokia akan mendukung implementasi jaringan 5G pada pita frekuensi rendah dan menengah guna menghadirkan jaringan berkinerja tinggi yang terintegrasi dengan kecerdasan buatan (AI).

Kolaborasi ini bertujuan meningkatkan kualitas pengalaman digital pelanggan melalui konektivitas yang lebih cepat, andal, dan responsif. Selain memperluas cakupan layanan 5G hingga menjangkau lebih banyak wilayah di Indonesia, kerja sama ini juga menjadi fondasi bagi hadirnya berbagai layanan digital dan inovasi berbasis AI di masa depan.

Lebih dari sekadar pengembangan jaringan, kemitraan ini mencerminkan komitmen kedua perusahaan dalam menghadirkan pengalaman digital yang semakin relevan bagi masyarakat. Pengguna akan dapat menikmati layanan hiburan dan permainan digital yang lebih imersif, serta konektivitas yang lebih baik untuk bekerja, belajar, berkomunikasi, dan menjalankan aktivitas sehari-hari di era digital.

Dengan fondasi jaringan yang lebih kuat dan fleksibel, Indosat akan mampu melayani pelanggan secara lebih optimal sekaligus menghadirkan pengalaman yang semakin bermakna seiring meningkatnya kebutuhan digital masyarakat. Kerja sama ini juga diharapkan dapat meningkatkan kapasitas, performa, dan jangkauan jaringan di seluruh Indonesia, sekaligus mendukung visi jangka panjang Indosat dalam memperluas akses digital secara inklusif.

Jaringan yang telah ditingkatkan tersebut nantinya akan mendukung berbagai implementasi teknologi lanjutan, baik untuk pelanggan individu maupun korporasi di berbagai sektor strategis seperti layanan publik, industri, pendidikan, kesehatan, hingga layanan digital.

Membuka Peluang Layanan Berbasis AI Bersama NVIDIA

Selain memperkuat konektivitas nasional, kolaborasi ini juga menjadi langkah penting dalam membangun infrastruktur digital Indonesia untuk mendukung fase pertumbuhan berikutnya. Kesepakatan tersebut mencerminkan visi bersama untuk menjadikan konektivitas sebagai fondasi kecerdasan digital.

Dalam kerangka tersebut, teknologi AI-RAN (Artificial Intelligence Radio Access Network) akan menghadirkan arsitektur terpadu yang menggabungkan kemampuan jaringan telekomunikasi dengan kecerdasan buatan. Pengembangan ini dilakukan Nokia bersama NVIDIA, yang sebelumnya telah berkolaborasi dengan Indosat dalam pengembangan AI-RAN.

Setelah berhasil menyelesaikan panggilan AI-RAN pertama pada ajang Mobile World Congress 2026, ketiga perusahaan kini bersiap memasuki tahap berikutnya melalui pelaksanaan uji coba lapangan di Indonesia pada akhir 2026. Kolaborasi ini juga akan mendukung pengembangan algoritma AI terbaru dari Nokia yang dirancang untuk meningkatkan efisiensi spektrum pada platform AI-RAN NVIDIA dan akan menjadi bagian dari uji coba mendatang.

Melalui integrasi antara AI factories terpusat dan infrastruktur AI-RAN yang terdistribusi, Indosat terus memperkuat pengembangan AI Grid, sebuah ekosistem kecerdasan terpadu yang bertujuan menghadirkan teknologi AI dan konektivitas bagi jutaan masyarakat Indonesia sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.

Model pengembangan ini berlandaskan inovasi AI lokal yang telah mempercepat implementasi teknologi pada berbagai sektor, termasuk layanan publik, kesehatan, pendidikan, dan pertanian. Upaya tersebut didukung oleh keberadaan AI-RAN Innovation Center di Surabaya serta ekosistem NVIDIA AI Technology Center.

President Director dan CEO Indosat Ooredoo Hutchison, Vikram Sinha, melalui siaran persnya hari. Ini, Selasa, (9/6), mengatakan bahwa Indosat terus bertransformasi untuk memberikan layanan yang lebih baik kepada pelanggan melalui pemahaman yang lebih mendalam terhadap kebutuhan mereka.

“Bersama Nokia dan NVIDIA, kami membangun fondasi jaringan terintegrasi AI yang akan meningkatkan kualitas konektivitas sekaligus menghadirkan pengalaman digital yang lebih lancar bagi setiap pelanggan. Kolaborasi ini memperkuat kesiapan kami dalam menghadirkan inovasi digital berikutnya serta menegaskan komitmen untuk memberdayakan Indonesia melalui transformasi digital yang inklusif dan berkelanjutan,” ujar Vikram.

Sementara itu, President dan CEO Nokia, Justin Hotard, menilai bahwa masa depan industri telekomunikasi akan ditentukan oleh kemampuan operator dalam menggabungkan konektivitas, kecerdasan, dan skala operasional.

“Bersama Indosat dan NVIDIA, Nokia ikut membangun generasi jaringan berikutnya yang mampu memperluas cakupan 5G, mendukung lebih banyak layanan berbasis AI, dan menciptakan nilai jangka panjang. Kemitraan ini mencerminkan perubahan besar di industri telekomunikasi, di mana operator berinvestasi pada jaringan berkinerja tinggi yang mampu mendukung efisiensi, model bisnis baru, dan pertumbuhan digital,” kata Justin.

Senada dengan itu, Senior Vice President Telecoms NVIDIA, Ronnie Vasishta, mengatakan bahwa kolaborasi tersebut menunjukkan bagaimana jaringan 5G dapat berkembang menjadi platform kecerdasan yang mampu mendukung transformasi digital dalam skala besar.

“Dengan mengembangkan AI-RAN secara bersama dan melangkah menuju uji coba lapangan di Indonesia, kami membantu membangun arsitektur yang memungkinkan AI dan konektivitas berjalan berdampingan untuk meningkatkan efisiensi, menghadirkan aplikasi baru, serta mendukung transformasi digital secara masif,” ujarnya.

Sebagai bagian dari implementasi kerja sama ini, Nokia akan menerapkan perangkat radio generasi terbaru Habrok dan Pandion, baseband Levante, teknologi Centralized RAN, serta platform manajemen dan otomasi jaringan canggih. Solusi tersebut akan mendukung operasional yang lebih cerdas, efisiensi energi yang lebih baik, dan inovasi layanan yang lebih cepat.

Implementasi 5G pada pita frekuensi rendah akan dilakukan di seluruh jaringan Indosat, sementara 5G pita frekuensi menengah ditargetkan menjangkau sekitar 80 persen jaringan dalam kurun waktu tiga setengah tahun ke depan.

Dengan dukungan otomatisasi berbasis AI dan teknologi hemat energi, inisiatif ini akan meningkatkan efisiensi operasional sekaligus memperkuat transformasi digital yang lebih berkelanjutan dan bertanggung jawab. Dampaknya diharapkan dapat dirasakan secara nyata oleh pelaku usaha maupun jutaan masyarakat Indonesia yang mengandalkan konektivitas setiap hari.

Melalui kolaborasi ini, Nokia, Indosat, dan NVIDIA menunjukkan bagaimana teknologi 5G dan AI dapat dihadirkan secara bersamaan untuk mempercepat inklusi digital di seluruh Indonesia. Pengembangan jaringan 5G menjadi fondasi konektivitas bagi AI Grid, sementara implementasi AI-RAN membuka peluang hadirnya kemampuan AI yang semakin terintegrasi dalam jaringan untuk menciptakan nilai baru di berbagai sektor, mulai dari dunia usaha hingga layanan publik, serta memberdayakan masyarakat Indonesia secara luas. (red/*)

Leave a Reply