Sinta kaniawati General Manager Yayasan Unilever Indonesia, (dua dari kanan) memperingati HUT ke-17 YUI, yang dihadiri oleh Mari Elka Pangestu, (tengah).

BESTTANGSEL.COM, Tangerang – Dalam rangka membangun kesadaran masyarakat mengenai isu sustainability dan bagaimana peran dunia bisnis dalam mengatasinya, Unilever Indonesia menyelenggarakan secara ‘Sustainability Day’ yang digelar di Grha Unilever The Breeze BSD, Tangerang Banten, Senen (11/12). Acara yang bertujuan untuk memasyarakatkan cara hidup dan cara berbisnis yang berkelanjutan /sustainable ini juga untuk memperingati hari jadi Yayasan Unilever Indonesia ke-17 tahun.

Dalam kegiatan tersebut, Unilever menampilkan figur-figur di dunia bisnis dan LSM yang terkenal dengan kepeduliannya terhadap isu sustainability di antaranya adalah Mari Elka Pangestu, Presiden of United in Diversity Foundation and Leadership Council of UN SDSN Southeast Asia and Indonesia, Erna Witoelar, pemimpin gerakan lingkungan hidup, petani kedelai, dan para dokter cilik, dan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Jabodetabek.

Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, menyatakan bahwa setiap tahunnya dihasilkan 65,8 juta tin sampah di Indonesia dengan tingkat pemilahan sampah yang masih rendah. Dan sebanyak 1,29 million metric tons sampah plastik dari Indonesia terbuang ke laut setiap tahunnya. Masalah-masalah ini tidak akan dapat diatasi tanpa peran serta semua pihak, termasuk korporasi.

Dalam presentasinya, Mari Elka Pangestu menjelaskan, “Tantangan dan permasalahan yang dihadapi di dunia bisa dijawab melalui program berbasis Sustainable Development Global (SDG) yang diusung PBB untuk pembangunan berkelanjutan atau global goals menetapkan sebuah visi untuk mengakhiri kemiskinan, kelaparan, ketidaksetaraan dan perlindungan sumber daya alam pada tahun 2030. Disinilah bisnis memiliki peran penting dalam membentuk dan memberikan solusi kreatif dari Global Goals dan terus melakukannya dalam penyampaian tujuan sekaligus menciptakan kemajuan bagi masyarakat luas.”

Menanggapi pernyataan tersebut, Unilever percaya bahwa bisnis harus menjadi solusi permasalahan di dunia, oleh karena itu Unilever mengintegrasikan sustainability ke dalam seluruh aspek bisnis.

“Strategi dan aktifitas bisnis yang berbasis pada prinsip sustainability menjadi sangat penting. Di Unilever, sustainability sudah menjadi DNA kami sejak pertamakali didirikan pada abad ke-19. Secara global, sejak awal Unilever memiliki tujuan besar untuk memasyarakatkan kehidupan yang sustainable atau berkelanjutan melalui produk-produk dan program-programnya,” tutur Presiden Direktur PT Unilever Indonesia Tbk. Hemant Bakshi.

Dia juga memaparkan bahwa Unilever telah mengintegrasikan sustainability ke dalam seluruh aspek bisnis. “Pada tahun 2010, secara global Unilever meluncurkan Unilever Sustainable Living Plan (USLP), strategi untuk terus mengembangkan bisnisnya seraya mengurangi setengah dampak lingkungan yang ditimbulkan dan meningkatkan dampak sosial bagi masyarakat. USLP berfokus pada tiga pilar utama yaitu pilar kesehatan dan kesejahteraan, pilar lingkungan, serta pilar peningkatan penghidupan.”

Di Indonesia, melalui Yayasan Unilever Indonesia (YUI), Unilever telah menyusun dan mengimpletasikan berbagai program strategis berbasis masyarakat sejak tahun 2000 saat Yayasan tersebut pertama kali berdiri.

 

Asri

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.