BESTTANGSEL.COM, JAKARTA-Mampu mengobati berbagai penyakit degeneratif seperti diabetes, demensia, alzheimer, parkinson, kardiovaskular (pembuluh darah), stroke, penyakit jantung, jantung koroner, penyakit autoimun, kerusakan organ, hingga anti aging, terapi stem cell kini semakin diburu orang.

“Karena berasal dari sel sendiri, stem cell merupakan terapi yang telah banyak digunakan di sejumlah negara maju sebagai alternatif terapi pada kasus-kasus yang membutuhkan regenerasi sel seperti anti aging dan kecantikan,” kata Dr. dr. Karina, SpBP-RE, CEO Yayasan Hayandra dan Hayandralab, Senin(1/6).

Jadi fungsi inilah yang dimanfaatkan oleh dokter untuk memperbaiki sel kulit untuk bidang anti aging, lanjutnya. Misalnya untuk anti aging karena sel-sel kulit yang rusak, penyembuhan sel-sel yang rusak, dan lainnya.

Karina memaparkan bahwa sumber stem Cell terdiri dari dua jenis. Yaitu dari diri sendiri (autologus) atau tercocok dan alogenik atau berasal dari orang lain. Untuk yang berasal dari diri sendiri (autologus) bisa didapatkan dari lemak, sumsum tulang, darah, dan kulit. Kandungan yang paling banyak berasal dari lemak.

‘Lemak adalah sumber stem cell yang paling baik dan sangat banyak. dan fungsi stem cell tersebut luar biasa,” imbuh dr Karina.

Meski bisa bersumber dari cell orang lain namun pasti ada perbedaan, karenanya perlu dicari yang paling cocok (alogenik).

“Yang paling baik dan pasti cocok ya berasal dari diri sendiri. Stem cell bisa menghasilkan produk yang bisa dipakai sendiri dengan fungsi yang lebih baik. Fungsi inilah yang dimanfaatkan oleh dokter untuk melakukan terapi pada penyakit dan sel kulit untuk bidang anti aging,” terang dr. Karina.

Menanggapi saat ini banyaknya klinik kecantikan yang menawarkan terapi stem cell, dr. Karina menegaskan agar masyarakat lebih berhati-hati.

“Karena bersumber dari sel hidup maka tidak mungkin stem cell bisa dimasukkan ke dalam kapsul, krim, dan ampul,” tegasnya.

Hal ini sekaligus menjawab berbagai isu tidak benar yang kandungan kapsul tertentu atau obat tertentu yang mengandung stem cell.

Sementara itu, sesuai dengan Permenkes No.32 tahun 2018 ada 12 RS serta klinik terafiliasi yang boleh melakukan stem cell atau terapi sel. Masing-masing adalah RSUP dr. Cipto Mangunkusumo, Jakarta, RSUD dr. Sutomo, Surabaya, RSUP dr M. Djamil, Padang, RS Jantung dan Pembuluh Darah, Jakarta, RSUP Fatmawati, Jakarta, RS Kanker Dharmais, Jakarta, RSUP Persahabatan Jakarta, RSUP dr. Hasan Sadikin, Bandung, RSUP dr Sardjito, Jogjakarta, RSUP dr.Karyadi, Semarang , RSUP Sanglah, Bali dan RSPAD Gatot Subroto, Jakarta.

Mereka juga harus bekerjasama dengan laboratorium cGMP Stem Cell. Hingga kini ada 6 (enam) yang mendapatkan izin resmi dari Kemenkes, yaitu Laboratorium Regenic, Dermana, Prostem, Asia Stem Cell Center, Hayandralab, dan Laboratorium RS Ciptomangunkusumo. (As)

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.