BESTTANGSEL.COM, Tangsel – Tim dosen Program Studi Sastra Indonesia Universitas Pamulang (UNPAM) menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) bertajuk “Edukasi Penggunaan Ragam Bahasa dalam Meningkatkan Kualitas Komunikasi Pelayanan Mitra Gojek di Lingkungan Masjid Jami Al Bayan” di Kecamatan Setu, Kota Tangerang Selatan. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan komunikasi para mitra Gojek agar mampu memberikan pelayanan yang lebih santun, efektif, dan profesional kepada pelanggan.
PKM yang dipimpin oleh Zaki Zainal Arifin dan Ruli Hardi tersebut diikuti 15 mitra pengemudi Gojek. Melalui penyuluhan, diskusi interaktif, serta simulasi (role-play), peserta dibekali pemahaman mengenai penggunaan ragam bahasa Indonesia yang sesuai dengan konteks pelayanan, termasuk penerapan prinsip kesantunan berbahasa saat berinteraksi dengan pelanggan.
Menurut tim pelaksana, kemampuan berkomunikasi menjadi salah satu faktor penting dalam membangun kepercayaan dan kepuasan pelanggan, selain aspek ketepatan waktu maupun keamanan perjalanan. Berdasarkan hasil observasi awal, masih ditemukan penggunaan bahasa yang terlalu informal dalam situasi pelayanan, sehingga berpotensi menimbulkan kesalahpahaman dan memengaruhi citra profesional pengemudi.
Kegiatan diawali dengan pelaksanaan pre-test untuk mengukur tingkat pemahaman peserta. Selanjutnya, peserta mendapatkan materi mengenai perbedaan ragam bahasa formal dan nonformal, strategi komunikasi yang efektif, hingga praktik menghadapi berbagai situasi pelayanan, seperti konfirmasi lokasi penjemputan, penyampaian informasi keterlambatan, dan penanganan keluhan pelanggan.
Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan pemahaman yang signifikan. Tingkat pemahaman peserta meningkat dari 55 persen sebelum pelatihan menjadi 95 persen setelah mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Selain itu, peserta juga dinilai mampu menerapkan pola komunikasi yang lebih santun dalam sesi simulasi.
Sebagai contoh, ungkapan sederhana seperti “Sabar ya, lagi macet” diubah menjadi kalimat yang lebih profesional, yakni “Mohon maaf, Bapak/Ibu. Saya sedang dalam perjalanan dan sedikit mengalami kemacetan. Saya akan segera tiba di lokasi penjemputan.” Perubahan tersebut menunjukkan peningkatan kemampuan peserta dalam memilih diksi yang lebih sopan tanpa mengurangi kejelasan informasi.
Tim PKM menilai metode pembelajaran yang mengombinasikan penyampaian materi dengan simulasi terbukti efektif karena memberikan pengalaman praktik yang mendekati kondisi nyata di lapangan. Pendekatan ini tidak hanya meningkatkan pemahaman konseptual peserta, tetapi juga membentuk kebiasaan berkomunikasi yang lebih baik dalam memberikan pelayanan.
Melalui kegiatan ini, Universitas Pamulang berharap kompetensi komunikasi para mitra transportasi daring terus meningkat sehingga mampu memberikan pelayanan yang lebih berkualitas kepada masyarakat.
Ke depan, program serupa diharapkan dapat dilaksanakan secara berkelanjutan dengan melibatkan lebih banyak komunitas mitra transportasi daring serta didukung pengembangan media pembelajaran seperti modul digital, video edukasi, dan buku saku komunikasi pelayanan. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.