BESTTANGSEL.COM, TANGERANG – Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan menyatakan pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 rampung tanpa hambatan teknis berarti. Kepala Dinas Pendidikan (Kadindik) setempat mengungkapkan bahwa tahun depan pihaknya akan memfokuskan diri pada penambahan ruang kelas dan pembangunan sekolah baru untuk mengakomodasi kebutuhan pendidikan warga.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Tangerang Selatan, Deden Deni, mengatakan seluruh tahapan SPMB telah diselesaikan sesuai mekanisme yang berlaku melalui jalur domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi. Menurutnya, proses penerimaan dilakukan secara terbuka sehingga dapat dipantau oleh masyarakat.
“Sejauh ini lancar, tidak ada masalah yang berarti. Memang masih ada masyarakat yang mungkin belum puas, tetapi kami sudah memberikan penjelasan. Semua proses terbuka dan sudah selesai,” ujar Deden Deni saat ditemui awak media, Senin (27/7).
Ia menjelaskan, selama pelaksanaan SPMB, sistem pendaftaran daring juga berjalan dengan baik. Tidak ditemukan gangguan aplikasi maupun keluhan terkait akses sistem karena persiapan telah dilakukan jauh sebelum proses pendaftaran dimulai.
“Untuk sistem online tidak ada masalah dan tidak ada komplain. Kami sudah mengantisipasi sejak jauh-jauh hari terkait aplikasi,” katanya.
Selain itu, Disdik Tangsel juga membuka pos layanan pengaduan dan konsultasi di kantor dinas selama jam kerja untuk membantu masyarakat yang mengalami kesulitan memahami informasi maupun mekanisme pendaftaran.
Menurut Deden, keberadaan pos layanan tersebut cukup efektif dalam memberikan pendampingan kepada masyarakat sehingga berbagai persoalan yang muncul dapat segera diselesaikan.
Meski secara umum berjalan lancar, Disdik Tangsel tetap melakukan evaluasi terhadap pelaksanaan SPMB tahun ini. Salah satu perhatian utama adalah masih belum seimbangnya jumlah peminat dengan daya tampung sekolah negeri.
“Tiap proses penerimaan murid baru memang selalu ada persoalan kapasitas. Jumlah peminat lebih besar dibanding daya tampung sekolah, sehingga ini menjadi bahan evaluasi kami,” ujarnya.
Data Disdik menunjukkan jumlah pendaftar SPMB tahun ini meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya. Jika pada tahun lalu jumlah pendaftar sekitar 12 ribu siswa, maka pada tahun ini meningkat menjadi sekitar 17 ribu siswa.
Peningkatan jumlah peminat tersebut menjadi salah satu alasan pemerintah daerah menyiapkan langkah penambahan kapasitas pendidikan pada tahun mendatang.
Deden mengungkapkan, Pemerintah Kota Tangerang Selatan berencana menambah ruang kelas baru serta menghadirkan sekolah baru di wilayah yang tingkat kepadatan penduduknya tinggi dan selama ini mengalami keterbatasan daya tampung.
Beberapa wilayah yang menjadi perhatian antara lain Pondok Aren dan Serpong Utara yang masing-masing masih memiliki jumlah SMP negeri terbatas. Selain itu, pembangunan sekolah baru di wilayah Ciputat juga tengah dipersiapkan untuk menambah kapasitas layanan pendidikan.
“Tahun depan mudah-mudahan bisa memenuhi kebutuhan beberapa wilayah yang selama ini padat. Pondok Aren dan Serpong Utara menjadi perhatian karena sekolahnya masih terbatas. Selain itu, sekolah baru di Ciputat juga sedang dibangun,” jelasnya.
Pada kesempatan tersebut, Deden juga menjelaskan mengenai program bantuan biaya pendidikan bagi siswa yang bersekolah di sekolah swasta. Program tersebut masih berjalan dengan mekanisme usulan dari sekolah setelah kegiatan belajar mengajar dimulai.
Ia menyebutkan kuota bantuan pada tahun ini mencapai sekitar 3.000 siswa. Bantuan diberikan selama tiga tahun masa pendidikan di jenjang SMP, mulai kelas VII hingga kelas IX, tanpa dipengaruhi prestasi akademik siswa.
“Usulan berasal dari sekolah swasta setelah proses pembelajaran berjalan. Bantuan diberikan selama tiga tahun kepada siswa yang memenuhi ketentuan,” pungkasnya. (red/*)

Leave a Reply
You must be logged in to post a comment.