BESTTANGSEL.COM, JAKARTA- Anis Byarwati melaksanakan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kepada 150 perempuan penggiat keluarga yang tergabung dalam Komunitas Rumah Keluarga Indonesia (RKI) se wilayah Kramatjati, yang juga dihadiri oleh Lurah Cililitan, Ketua RW 05, Ketua LMK 05 dan tiga pilar Kelurahan yaitu Bintara Pembina Desa (BABINSA), Bimbingan Massal Polri (BIMASPOL) dan Forum Komuikasi Dini Masyarakat (FKDM). Senin, (3/7/2023).

Anis yang merupakan Anggota MPR RI dari Fraksi PKS ini memulai paparannya kepada para peserta, “Empat Pilar ini dapat dianalogikan sebagai empat penopang sebuah rumah, rumah tersebut akan berdiri kuat dan kokoh tak lekang oleh panas dan hujan, manakala empat pilar ini dalam kondisi kuat dan kokoh. Maka, selama Empat Pilar ini kuat dan kokoh dalam pemahaman dan jiwa setiap warga negara Indonesia, bangsa besar ini akan menjadi bangsa yang kuat dan kokoh,” tegasnya.

Kegiatan ini berlangsung dengan antusiasme peserta yang tinggi, karena pemaparan Empat Pilar yang meliputi Pancasila sebagai Dasar dan Ideologi Negara, Undang Undang Dasar (UUD) 1945 sebagai konstitusi Negara serta Ketetapan MPR, Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara, disampaikan dengan jelas dan interaktif.

Politisi senior ini memulai penjelasannya dengan meminta para peserta untuk berdiri dan melafalkan Pancasila bersama-sama serta mengakhirinya dengan pekik merdeka dan tepuk tangan. Kemudian melanjutkannya dengan mengatakan, “Semoga Pancasila tetap di hati kita dan semua warga Indonesia. Namun, tidak cukup hanya dengan melafalkan sila-sila Pancasila dan menghafalkannya, penting sekali kita mengetahui dan memahami filosofinya dan kandungannya.”

Ia melanjutkan, “Fungsi Pancasila ada empat, sebagai Dasar Negara dan Ideologi Negara, Pandangan Hidup, Pemersatu Bangsa dan Landasan Filosofis. Maka, Pancasila menjadi dasar seluruh kebijakan di Indonesia, kebijakan Negara tidak boleh bertentangan dengan Pancasila. Bila ada yang tidak sesuai, maka itu adalah tindakan yang melanggar dan merusak ideology bangsa Indonesia,” tegasnya.

Anis kemudian menjelaskan nilai nilai yang harus dipahami oleh setiap warga negara dalam sila pertama yaitu beribadah menyembah Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan agama dan kepercayaannya, mewujudkan harmonisasi dalam kehidupan bermasyarakat serta berbudi pekerti luhur atau berakhlak karimah yang merupakan buah dari ibadah yang dilakukan, dan menggarisbawahi ,” sila pertama ini menjadi dasar bagi empat sila yang lainnya, sila pertama ini menjadi ruh dan menjiwai empat sila yang lain,” tandasnya.

Dalam pemaparan sila kedua, Anis menekankan bahwa kita adalah bangsa yang merdeka dan berdaulat, negara yang menghendaki pergaulan dengan bangsa-bangsa lain di dunia dengan prinsip menghormati kedaulatan bangsa lain, serta menjadi bagian dari kemanusian universal dengan membela bangsa bangsa yang belum merdeka serta ikut serta mewujudkan perdamaian dunia.

Selanjutnya Anggota Legislatif (ALEG) dari Daerah Pemilihan (DAPIL) DKI Jakarta 1 Jakarta Timur ini mengajak para peserta untuk berdiri kembali dan menyanyikan lagu ‘Dari Sabang Sampai Merauke’ dengan mengepalkan tangan dan penuh semangat dan menandaskan, “Indonesia adalah wadah yang ditakdirkan Allah SWT bagi semua warga negara Indonesia yang beraneka ragam, dari Sabang sampai Merauke, dari Miangas sampai Pulau Rote, maka sikap saling menghormati perbedaan dan keberagaman adalah sebuah keniscayaan,” tandasnya.

Lebih lanjut, Anis menegaskan, “Sila ketiga, artinya Indonesia adalah milik seluruh rakyat Indonesia dan bukan untuk satu kelompok saja, oleh karenanya sila ini bernafaskan semangat kebangsaan yang melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia.”

Dalam sila keempat ini, Anis menekankan bahwa Indonesia adalah negara demokrasi yang mengakui dan menjunjung tinggi kedaulatan rakyat, mayakini jalan musyawarah untuk mufakat dapat menjaga keselamatan dan keberlangsungan bangsa dan negara serta tidak adanya sistem diktator mayoritas dan tirani minoritas. Kemudian dilanjutkan dengan pemaparan sila kelima, Undang Undang Dasar (UUD) Negara RI Tahun 1945 serta Ketetapan MPR, dan Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai Bentuk Negara dan Bhineka Tunggal Ika sebagai semboyan Negara

Di akhir pemaparannya, Anis mengajak seluruh peserta sosialisasi empat pilar berdiri ketiga kalinya untuk membaca Sumpah Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober, 95 tahun yang lalu, dengan mengepalkan tangan dan pekik merdeka, serta menekankan, “Sumpah Pemuda merupakan konsesus para pendiri bangsa, para raja saat itu rela, legowo dan ridho untuk bersatu dan disatukan. Maka, kita para ibu dapat menjaga kesatuan dan kedaulatan bangsa ini dengan memilih para pemimpin bangsa yang bisa menjaga Indonesia yang kita cintai,” tandasnya. (red/*)

Leave a Reply