BESTTANGSEL.COM, Tangerang Selatan -Kepala Bidang Pajak Daerah 1 Indri Yuniandri mengungkapkan kekesalannya kepada sejumlah perusahaan yang tidak mau membayar Pajak Bumi Bangunan yang tertunggak. Di antaranya ada 1 SPBU, 2 rumah sakit dan 1 gudang industri, yang berada di kawasan Serpong Tangsel.

Bersama dengan lima orang petugas penarik pajak, Rabu, (22/11) Indri mengunjungi SPBU yang ramai pembeli itu dengan membawa berkas wajib pajak tertunggak. Dari data yang dibawa, Indri mengatakan ini merupakan kedatanagn tim penarik pajak yang ketiga kalinya. Namun tetap tidak ada itikad baik dari pemilik usaha ini. Padahal, jumlah pajak yang harus disetorkan berjumlah Rp 105 juta.

”Untuk penuhi target PBB ini, saya bersama tim menyisir seluruh SPBU yang ada di Tangsel. Sedikitnya ada 15 dari 35 yang kita data belum membayarkan PBB nya kepada Bapenda. Sebagian langsung bayar dan memang menunggaknya tidak banyak. Cuma yang satu ini, tahun 2017 nya bayar, cuma enam tahun ke belakangnya belum bayar,” kata Indri ketika ditemui di SPBU tersebut.

Indri menyayangkan tidak kooperatifnya pemilik SPBU ini dalam menunaikann kewajibannya sebagai wajib pajak. ”Tempat usaha masih aktif sampai sekarag, bahkan cenderung ramai, besar, ada tempat usaha seperti restoran dan salon mobil, jadi nggak ada alaasa tidak ada anggaran untuk bayar pajak, kan memang kewajiban,” kata Indri lagi.

Tak hanya SPBU, sejumlah tempat usaha seperti rumah sakit dan gudang juga ikut didatangi karena masih belum memenuhi kewajibannya sebagai wajib pajak. ”Kita datangi sejak Senin kemarin, per lima hari kita follow up, kalau sampai tiga kali tidak bayar juga, terpaksa kita ambil tindakan, dengan memasang spanduk tanah ini belum bayar pajak,” kata Indri.

Indri mencatat beberapa perusahaan dan wajib pajak yang enggan bersikap kooperatif dalam pemenuhan kewajiban ini. Seperti beberapa rumah sakit dan sebuah gudang yang ada di kecamatan Serpong. ”Kita tagih terus, ini juga dengan bantuan media saya mau menyadarkan mereka, kalau bayar pajak itu penting,” kata ibu satu anak itu.

Ke depannya untuk meminimalisasi jumlah perusahaan dan pemilik tanah yang enggan membayar pajak, Bapenda akan bekerjasama dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Diseperindag) Kota Tangsel.

 

Asri/rlls

 

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.