BESTTANGSEL.COM, MIAMI – Seorang bocah berusia tujuh tahun di Florida harus diborgol polisi lantaran menyerang gurunya yang menegurnya di sekolahnya.

Pihak sekolah mengklaim sudah mengikuti prosedur standar ketika bocah tersebut diborgol polisi untuk membawanya keluar dari sekolah.

Diketahui peristiwa tersebut merupakan kedua kalinya yang terjadi setelah seorang murid kelas 1 SD berperilaku agresif.

Kejadian tersebut bermula ketika seorang guru di Miami, Florida, Amerika Serikat, meminta murid laki-laki berhenti memainkan makanannya di kantin.

Namun, anak itu menolak berhenti kemudian dia dibawa keluar dari kantin.

Dilansir dari Associated Press, Selasa (30/1/2018), sekolah umum Miame-Dade County melaporkan kepada polisi bahwa anak tersebut memukul punggung gurunya berkali-kali saat berjalan di lorong luar kantin.

Anak itu terus memukul dan menendang guru hingga keduanya jatuh ke lantai. Bocah yang tidak disebutkan namanya itu juga menjambak rambut gurunya. Insiden tersebut terjadi pada Kamis (18/1/2018).

Karena berpotensi menimbulkan ancaman bagi dirinya dan orang lain, murid tersebut kini dirawat di rumah sakit anak, sesuai dengan undang-undang kesehatan mental Florida.

Ibu murid sekolah dasar itu, Mercy Alvarez, mengatakan, putranya tidak memiliki gangguan jiwa. Dia menyebut, perlakuan terhadap anaknya merupakan penyalahgunaan perlakuan polisi.

“Jika anak saya tidak agresif lagi ketika kami sampai di sana, seperti yang mereka katakan sebelumnya, mengapa harus mengambil tindakan ekstrem seperti itu,” katanya.

Alvarez menyatakan, anaknya tidak menunjukkan perilaku agresif di rumah hingga sekolah tahun ini dimulai. Sebelumnya, putranya memiliki peringkat yang baik di sekolah dan mengikuti kegiatan lainnya.

“Ini terlalu berlebihan bagi seorang anak. Itu bukanlah prosedur yang normal,” ucapnya.

Juru bicara sekolah, Jaquelyn Calzadilla, mengatakan dalam sebuah pernyataan, anak tersebut tidaklah ditangkap, tetapi diamankan untuk dibawa ke tempat lain.

 

BR/BS

Leave a Reply

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.